25 /JUNI /2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Sekilas, kepiting tapal kuda dan Triops tampak seperti "saudara kandung". Keduanya memiliki tubuh pipih yang tertutup karapas keras, banyak kaki di bagian bawah tubuh, serta ekor panjang yang mencolok. Tak heran banyak orang mengira keduanya berasal dari kelompok hewan yang sama.
Namun, anggapan tersebut ternyata keliru.
Kepiting tapal kuda termasuk kelompok Chelicerata, sehingga justru lebih berkerabat dekat dengan laba-laba dan kalajengking daripada kepiting sejati. Sebaliknya, Triops merupakan krustasea purba yang masih satu kelompok besar dengan udang dan kepiting sejati. Artinya, kemiripan keduanya bukan disebabkan hubungan kekerabatan yang dekat, melainkan karena mereka mengalami evolusi konvergen, yaitu proses ketika organisme dari garis keturunan berbeda mengembangkan bentuk tubuh yang mirip karena menghadapi tantangan lingkungan yang serupa.
Hasil Evolusi Konvergen
Bentuk tubuh pipih dan lebar membantu keduanya bergerak di dasar perairan sambil menggali sedimen untuk mencari makanan. Karapas keras berfungsi melindungi organ tubuh dari predator maupun benturan, sedangkan ekor panjang membantu menjaga keseimbangan dan membalikkan tubuh jika terbalik. Meski tampak kuno, keduanya juga menempati habitat yang berbeda. Kepiting tapal kuda hidup di perairan laut dangkal dan pantai berlumpur, sedangkan Triops menghuni kolam-kolam air tawar musiman yang sering mengering. Triops bahkan memiliki telur yang mampu bertahan dalam kondisi kering selama bertahun-tahun sebelum menetas kembali ketika terendam air. Hal ini menjadikannya salah satu hewan dengan strategi bertahan hidup paling unik di dunia.
Fosil Hidup Kemiripan dari Alam
Baik kepiting tapal kuda maupun Triops sering dijuluki "fosil hidup" karena bentuk tubuhnya relatif sedikit berubah dibandingkan nenek moyangnya yang hidup ratusan juta tahun lalu. Namun, julukan tersebut bukan berarti mereka berhenti berevolusi. Penelitian genetika menunjukkan bahwa keduanya tetap mengalami perubahan pada tingkat genetik, hanya saja bentuk tubuhnya tetap efektif sehingga tidak mengalami perubahan morfologi yang drastis. Kemiripan dua hewan purba ini menjadi contoh menarik bahwa alam dapat menghasilkan desain tubuh yang hampir sama pada kelompok hewan yang sama sekali berbeda. Evolusi tidak selalu menciptakan bentuk baru, tetapi sering kali mempertahankan desain yang sudah terbukti paling efektif untuk bertahan hidup.
Klasifikasi & Etimologi keduanya
Klasifikasi & Taksonomi Kepiting Tapal Kuda (contoh: Limulus polyphemus)
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Subphylum: Chelicerata
Class: Merostomata
Order: Xiphosurida
Family: Limulidae
Genus: Limulus
Species: Limulus polyphemus
Notes : Etimologi Kepiting Tapal Kuda (Limulus polyphemus)
Limulus berasal dari bahasa Latin limulus, bentuk kecil dari lima yang berarti "kikir" atau "alat pengikir". Nama ini mengacu pada bentuk tubuh dan karapasnya yang lebar serta melengkung menyerupai alat tersebut.
polyphemus diambil dari nama Polyphemus, raksasa bermata satu dalam mitologi Yunani. Penamaan ini merujuk pada sepasang mata majemuk besar di bagian atas karapas yang dianggap menyerupai "mata raksasa" tokoh mitologi tersebut.
Klasifikasi & Taksonomi Triops (contoh: Triops cancriformis)
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Subphylum: Crustacea
Class: Branchiopoda
Order: Notostraca
Family: Triopsidae
Genus: Triops
Species: Triops cancriformis
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Adi Mikayasa
Foto by :
(Limulus polyphemus) INaturalis : Hans Hillewaert
https://www.inaturalist.org/photos/186273920
Triops cancriformis INaturalis :taras_mari
https://www.inaturalist.org/observations/370121718