Kasuari & Emu Kecepatan Lari Mereka Sama di 55km/jam tapi hidup di Lingkungan yg berbeda

Kasuari & Emu Kecepatan Lari Mereka Sama di 55km/jam tapi hidup di Lingkungan yg berbeda

Kasuari & Emu Kecepatan Lari Mereka Sama di 55km/jam tapi hidup di Lingkungan yg berbeda

Aves
Selasa, 29 September 2026
Dsn Mamalia
45 Views

29/SEPTEMBER/2026 | REDAKSI PARAMIDSN



 

SURABAYA, Paramidsn.com — Sekilas, kasuari dan emu tampak seperti dua burung yang memiliki banyak kesamaan. Keduanya sama-sama tidak dapat terbang, memiliki tubuh besar, kaki panjang, serta menjadi bagian dari kelompok burung ratitae atau ratites yang dikenal memiliki kemampuan berlari sangat baik. Menariknya, kasuari dan emu dapat mencapai kecepatan lari sekitar 50–55 km/jam. Namun, kemampuan tersebut berkembang untuk menghadapi lingkungan hidup yang berbeda. Kasuari terutama beradaptasi dengan hutan tropis yang lebat, sedangkan emu lebih banyak ditemukan di lingkungan terbuka Australia.


 

Etimologi: Nama Casuarius berkaitan dengan istilah yang digunakan di wilayah Nusantara untuk menyebut kasuari dan kemudian diserap ke dalam nomenklatur ilmiah. Sementara itu, nama genus Dromaius berasal dari bahasa Yunani yang berkaitan dengan makna “pelari”, merujuk pada kemampuan berlari burung ini. Nama spesifik novaehollandiae berarti “dari New Holland”, nama historis yang dahulu digunakan untuk Australia.


 

Nilai ekologis: Kasuari memiliki peran penting dalam ekosistem hutan hujan karena memakan dan menyebarkan biji berbagai tumbuhan. Bahkan beberapa tumbuhan hutan bergantung pada kasuari untuk membantu penyebaran bijinya. Emu juga berperan sebagai penyebar biji di berbagai ekosistem Australia. Pergerakannya dalam mencari makanan membantu membawa biji dari satu wilayah ke wilayah lain dan turut memengaruhi regenerasi vegetasi.


 

Kecepatan Sama, Medan yang Berbeda

Kecepatan sekitar 55 km/jam membuat kedua burung ini menjadi pelari yang sangat cepat. Akan tetapi, mereka tidak menggunakan kemampuan tersebut dengan cara yang benar-benar sama.

Kasuari hidup di kawasan hutan tropis, terutama di wilayah Australia bagian timur laut dan Papua. Habitatnya dapat memiliki vegetasi yang sangat rapat, lantai hutan yang penuh daun, akar, batang tumbang, dan berbagai rintangan alami.

Dalam kondisi seperti itu, kemampuan berlari bukan sekadar persoalan mencapai kecepatan maksimum. Kasuari memiliki kaki yang kuat dan struktur tubuh yang mendukung pergerakan cepat di lingkungan hutan. Kaki kasuari juga memiliki tiga jari dengan cakar bagian dalam yang panjang dan tajam, sebuah karakteristik yang membuatnya berbeda dari banyak burung lainnya. Sementara itu, emu (Dromaius novaehollandiae) lebih sering ditemukan di berbagai lingkungan Australia seperti padang rumput, kawasan semak, hutan terbuka, hingga daerah yang lebih kering.

Lingkungan yang relatif terbuka memungkinkan emu memanfaatkan langkah panjangnya untuk mempertahankan kecepatan tinggi dalam perjalanan mencari makanan atau ketika menghindari ancaman.


 

Mengapa Bisa Berlari Sangat Cepat?

Rahasia kemampuan berlari kedua burung ini terdapat pada kombinasi kaki panjang, otot tungkai yang kuat, tubuh besar, dan pola gerakan yang efisien. Emu memiliki kaki panjang dan kuat yang memungkinkan satu langkah mencakup jarak cukup jauh. Ketika berlari cepat, gerakan kedua kakinya dapat menghasilkan langkah panjang dan berirama. Kasuari juga mempunyai tungkai yang sangat kuat. Namun, kehidupan di hutan membuat kemampuan manuver menjadi sangat penting. Burung ini harus dapat bergerak melewati vegetasi dan berbagai rintangan di lantai hutan. Dengan kata lain, angka 55 km/jam mungkin terlihat sama, tetapi “arena” yang dihadapi kedua burung sangat berbeda. Emu dapat memanfaatkan ruang terbuka untuk berlari dalam jarak lebih panjang, sedangkan kasuari harus mengandalkan kombinasi kekuatan, kecepatan, dan kemampuan bergerak di lingkungan hutan yang kompleks.


 

 Tidak Bisa Terbang, tetapi Bukan Burung yang Sama

Kasuari dan emu memang memiliki hubungan kekerabatan yang cukup dekat dan sama-sama termasuk dalam kelompok burung yang kehilangan kemampuan terbang. Namun, keduanya mengalami sejarah evolusi dan beradaptasi terhadap lingkungan masing-masing. Kehilangan kemampuan terbang tidak berarti kedua burung tersebut “kurang berkembang”. Sebaliknya, tubuh mereka mengalami perubahan yang mendukung gaya hidup di darat. Energi yang pada burung terbang digunakan untuk mempertahankan penerbangan dapat dialihkan ke berbagai aspek kehidupan di darat, termasuk perkembangan tungkai dan kemampuan bergerak.


 

Kasuari: Pelari Hutan yang Juga Penyebar Biji

Salah satu keunikan kasuari adalah hubungannya dengan tumbuhan hutan.

Kasuari memakan buah dari berbagai jenis tumbuhan. Biji yang tertelan dapat melewati sistem pencernaannya dan kemudian dikeluarkan di lokasi lain. Dengan demikian, kasuari membantu memperluas persebaran tumbuhan di dalam ekosistem hutan.

Peran ini membuat kasuari sering dipandang sebagai salah satu penyebar biji penting di hutan hujan Australia dan Papua.

Selain itu, keberadaan kasuari juga menunjukkan bagaimana satu spesies dapat memiliki fungsi ekologis yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi bagian dari rantai makanan.


 

Emu: Pengembara Ekosistem Australia

Emu memiliki pola hidup yang lebih fleksibel terhadap berbagai habitat Australia. Burung ini dapat memakan tumbuhan, buah, biji, bunga, serta berbagai sumber makanan lainnya. Dalam perjalanan mencari makanan, emu dapat berpindah dalam jarak yang cukup jauh. Pergerakan tersebut membantu penyebaran biji dan menghubungkan berbagai bagian ekosistem.

Kemampuan berlari cepat menjadi keuntungan tambahan bagi burung besar yang hidup di daratan luas Australia.


 

Dua Burung, Satu Kemampuan Luar Biasa

Kasuari dan emu menunjukkan sebuah prinsip menarik dalam evolusi: kemampuan yang serupa dapat muncul pada hewan yang hidup di lingkungan berbeda karena menghadapi kebutuhan ekologis yang mirip.

Keduanya tidak terbang, tetapi memiliki tungkai kuat. Keduanya memiliki tubuh besar, tetapi tetap mampu berlari sangat cepat. Dan keduanya menggunakan kemampuan tersebut dalam konteks lingkungan yang berbeda.Jadi, ketika kasuari dan emu sama-sama disebut mampu mencapai sekitar 55 km/jam, angka tersebut bukan berarti mereka menjalani kehidupan yang sama.


 

Klasifikasi & Taksonomi ke 2 nya

Kingdom: Animalia
 

Phylum: Chordata
 

Class: Aves


 

Kasuari

Order: Casuariiformes
 

Family: Casuariidae
 

Genus: Casuarius
 

Species: Casuarius casuarius — Southern Cassowary


 

Emu

Order: Casuariiformes
 

Family: Casuariidae
 

Genus: Dromaius
 

Species: Dromaius novaehollandiae — Emu


 

Notes :  Emu adalah pelari di bentang alam terbuka Australia, sementara kasuari adalah pelari yang beradaptasi dengan kompleksitas hutan tropis.

Kecepatan yang sama akhirnya menjadi gambaran kecil tentang bagaimana evolusi dapat menghasilkan bentuk dan kemampuan berbeda untuk menghadapi dunia yang berbeda pula.



 

Penulis : Ali Setyaki

Editor : Adi Mikayasa

Foto by :

 Casuarius : Collection PARAMIDSN KBS ZOO Surabaya

Emu :  Inaturalist | aldingaroo

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.