26/FEBRUARI/2026-11.00| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com- Pada sore hari tanggal 25 Februari, Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia My Son (Kota Da Nang) mengumumkan hasil survei satwa liar yang dilakukan melalui pemantauan jebakan kamera di kawasan hutan situs peninggalan sejarah dan budaya My Son, yang mengungkapkan penemuan banyak hewan liar langka dan terancam punah.Hasil pemantauan mencatat keberadaan 27 spesies hewan liar, yang termasuk dalam berbagai kelompok taksonomi, termasuk mamalia (8 spesies), burung dan terutama hewan darat (19 spesies).
Beberapa Primata terlihat
Kelompok mamalia, yang terutama tercatat melalui perangkap kamera, meliputi herbivora, omnivora, dan karnivora berukuran sedang. Di antara kelompok ini, hasil survei secara khusus mencatat Kera Ekor Babi (Macaca leonina) – spesies yang diklasifikasikan sebagai Rentan (VU) dalam Daftar Merah IUCN – dengan frekuensi kemunculan dan distribusi yang relatif tinggi di berbagai lokasi perangkap kamera di dalam area penelitian. Selain itu, banyak spesies mamalia lain yang termasuk dalam Kelompok IIB sebagaimana didefinisikan oleh hukum Vietnam, seperti kijang biasa (Muntiacus muntjak), kucing liar (Prionailurus bengalensis), musang palem (Paradoxurus hermaphroditus), dan cerpelai pipi perak (Melogale sp.), juga telah tercatat melalui perangkap kamera.Yang perlu diperhatikan, pengamatan terhadap kelompok monyet dengan kehadiran monyet muda menunjukkan bahwa hutan My Son tidak hanya berfungsi sebagai tempat mencari makan sementara, tetapi juga sebagai habitat perkembangbiakan, yang mampu mempertahankan populasi yang stabil dalam jangka panjang.
Kelompok Aves juga terlihat
Selain mamalia, pemantauan jebakan kamera juga mencatat keberadaan beberapa spesies burung hutan yang sebagian besar hidup di darat, seperti burung pegar punggung merah, ayam hutan, dan beberapa burung berukuran sedang lainnya. Pencatatan sejumlah spesies yang relatif beragam melalui metode pemantauan non-invasif menunjukkan bahwa area studi masih mempertahankan kondisi ekologis yang sesuai untuk kelangsungan hidup banyak kelompok hewan hutan. Hasil survei menunjukkan bahwa kawasan hutan My Son masih melestarikan struktur komunitas hewan hutan yang relatif lengkap, dibuktikan dengan kehadiran spesies pada berbagai tingkat trofik, mulai dari herbivora dan omnivora hingga karnivora berukuran sedang dan primata. eksistensi kelompok spesies ini mencerminkan tingkat stabilitas tertentu dalam rantai makanan dan proses ekologis, serta merupakan indikator penting kualitas habitat dan integritas relatif ekosistem hutan di Kawasan Perlindungan Lanskap My Son.Frekuensi perekaman berulang dari berbagai spesies di lokasi jebakan kamera yang sama menunjukkan bahwa area-area ini berfungsi sebagai habitat penting bagi satwa liar di wilayah penelitian.
Penilaian oleh beberapa ahli
"Hasil ini memberikan dasar ilmiah yang penting untuk mengidentifikasi zona perlindungan prioritas dalam pengelolaan hutan, dan berkontribusi dalam memandu langkah-langkah konservasi keanekaragaman hayati untuk menjaga integritas ekologis dan mendukung perlindungan jangka panjang terhadap nilai-nilai global yang luar biasa dari situs Warisan Budaya Dunia My Son," kata seorang perwakilan dari Dewan Pengelola Warisan Budaya Dunia My Son
Penulis: Ali Ma'ruf
Editor: Adi Mikayasa
Sumber link :https://znews.vn/phat-hien-nhieu-loai-dong-vat-quy-hiem-o-my-son-post1630403.html