1/April/2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Di puncak-puncak terjal pegunungan Kaukasus hingga dataran tinggi Iran, terdapat sosok tangguh yang menjadi kunci sejarah peradaban manusia. Kambing Bezoar (Capra aegagrus aegagrus), dengan tanduk melengkung raksasa yang menyerupai pedang scimitar, adalah leluhur genetik utama dari hampir seluruh kambing ternak yang ada di dunia saat ini. Bukan sekadar hewan liar, Kambing Bezoar adalah saksi bisu transisi manusia dari budaya berburu ke budaya beternak sekitar 10.000 tahun yang lalu di kawasan Hilal Subur (Fertile Crescent).
Keunikan Biologis: Batu Ajaib "Bezoar"
Nama "Bezoar" sendiri berasal dari bahasa Persia Pāzahar, yang berarti "penawar racun". Hal ini merujuk pada fenomena unik di mana dalam saluran pencernaan kambing ini sering ditemukan massa padat (batu lambung) yang terbentuk dari serat makanan yang tidak tercerna. Pada abad pertengahan, batu ini sangat dihargai dan dianggap memiliki khasiat medis untuk menetralkan berbagai jenis racun.
Apakah Kambing Bezoar Hidup Sezaman dengan Nabi Adam?
Pertanyaan mengenai apakah satwa ini hidup sezaman dengan manusia pertama, Nabi Adam, menarik untuk ditinjau dari dua sudut pandang:
Sudut Pandang Paleontologi: Secara ilmiah, genus Capra (kambing-kambingan) telah berevolusi dan mendiami wilayah Eurasia jauh sebelum kemunculan Homo sapiens modern. Jika merujuk pada garis waktu arkeologi di mana manusia mulai berinteraksi dengan fauna, Kambing Bezoar dipastikan sudah ada dan menghuni pegunungan jauh sebelum periode domestikasi dimulai.
Sudut Pandang Teologis/Sejarah: Dalam narasi penciptaan, hewan-hewan diciptakan untuk menyertai manusia di bumi. Mengingat Kambing Bezoar adalah bentuk asli (liar) dari kambing, maka secara logika sejarah penciptaan, spesies ini adalah varietas yang memang sudah ada di alam saat manusia pertama mulai mengelola bumi. Domestikasi (perubahan dari liar ke jinak) yang dilakukan keturunan Nabi Adam di masa awal peradaban justru berasal dari spesies liar seperti Bezoar ini.
Ketangkasan & Keunikan
Kambing Bezoar dikenal sebagai pemanjat tebing yang hampir "menantang gravitasi". Mereka mampu berdiri di celah batu yang sangat sempit dan melompat sejauh 5–6 meter di medan vertikal untuk menghindari predator seperti macan tutul. Ciri paling mencolok dari pejantan Bezoar adalah tanduknya yang bisa tumbuh hingga 1,5 meter. Pola tanduk ini memiliki gurat-gurat tahunan yang dapat digunakan untuk menentukan usia sang hewan. Bulu mereka cenderung berubah warna menjadi perak keabu-abuan dengan garis hitam tegas di bagian punggung saat memasuki musim kawin.
Klasifikasi & Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Artiodactyla
Family: Bovidae
Subfamily: Caprinae
Genus: Capra
Species: Capra aegagrus
Subspecies: Capra aegagrus aegagrus
Status Konservasi (IUCN): VU (Vulnerable / Rentan) – Mengalami penurunan populasi akibat perburuan dan persaingan lahan dengan ternak domestik.
Penulis: Ali Setyaki
Editor: Agung Monche
Foto by : iNaturalist | abolfazl3