20 / Juni /2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com —Di berbagai negara Asia, terutama di Asia Tenggara, beberapa jenis kodok dan katak telah lama dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Namun, tidak semua spesies diminati untuk konsumsi. Jenis yang paling banyak dicari oleh restoran umumnya adalah katak berukuran besar dengan daging yang tebal, pertumbuhan cepat, dan mudah dibudidayakan. Saat ini, spesies yang paling sering ditemukan dalam perdagangan kuliner adalah atau katak banteng Amerika. Spesies ini dikenal memiliki ukuran tubuh besar, kaki belakang yang berisi daging tebal, serta tingkat reproduksi yang tinggi sehingga cocok untuk peternakan komersial.
Selain itu, beberapa restoran tradisional juga memanfaatkan yang banyak dibudidayakan di Thailand, Vietnam, Laos, dan beberapa wilayah Indonesia.
Mengapa American Bullfrog Menjadi Favorit Restoran?
1. Ukuran Tubuh Besar
American Bullfrog merupakan salah satu katak terbesar di dunia. Panjang tubuhnya dapat mencapai lebih dari 20 cm dengan berat melebihi 500 gram pada individu dewasa.
2. Produksi Daging Tinggi
Bagian yang paling diminati adalah paha belakang karena memiliki tekstur lembut dan rasa yang sering dibandingkan dengan perpaduan antara ayam dan ikan.
3. Mudah Dibudidayakan
Spesies ini dapat dipelihara dalam kolam budidaya dengan tingkat keberhasilan yang relatif tinggi dibandingkan banyak spesies katak liar lainnya.
4. Pertumbuhan Cepat
Dalam sistem budidaya intensif, American Bullfrog dapat mencapai ukuran konsumsi dalam waktu relatif singkat sehingga menguntungkan peternak.
Jenis Katak Konsumsi Lain yang Populer
East Asian Bullfrog (Hoplobatrachus rugulosus)
Spesies ini merupakan katak konsumsi utama di kawasan Indochina. Dagingnya banyak digunakan dalam hidangan tumis, sup, hingga gorengan.
Indian Bullfrog (Hoplobatrachus tigerinus)
juga dikenal sebagai katak berukuran besar yang pernah dimanfaatkan sebagai sumber pangan di beberapa wilayah Asia Selatan.
Chinese Edible Frog
kadang ditemukan dalam perdagangan lokal di Tiongkok dan beberapa negara Asia Timur.
Apakah Kodok Sejati (Toad) Juga Dikonsumsi?
Menariknya, sebagian besar restoran tidak menggunakan "kodok sejati" dari famili . Banyak anggota famili ini memiliki kelenjar parotoid yang menghasilkan racun pertahanan sehingga kurang cocok untuk konsumsi. Sebaliknya, restoran lebih memilih katak dari famili atau famili terkait yang memiliki daging lebih banyak dan relatif aman setelah melalui proses budidaya yang benar.Di masa lalu, banyak restoran bergantung pada hasil tangkapan liar. Namun saat ini tren global mulai beralih ke budidaya untuk mengurangi tekanan terhadap populasi amfibi alami. Beberapa negara bahkan membatasi atau melarang pengambilan katak liar demi menjaga keseimbangan ekosistem. Katak dan kodok memiliki peran penting sebagai pengendali serangga, sehingga pemanfaatan untuk konsumsi sebaiknya berasal dari sumber budidaya yang berkelanjutan.
Klasifikasi dan Taksonomi American Bullfrog
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Amphibia
Order : Anura
Family : Ranidae
Genus : Lithobates
Species : Lithobates catesbeianus (Shaw, 1802)
Notes : American Bullfrog merupakan spesies katak konsumsi paling terkenal di dunia. Kaki belakang merupakan bagian yang paling bernilai dalam industri kuliner.
Banyak negara Asia mengembangkan peternakan katak khusus untuk memenuhi kebutuhan restoran. Daging katak mengandung protein tinggi dan lemak yang relatif rendah. Kodok sejati (Bufonidae) jarang menjadi menu restoran karena banyak spesies menghasilkan racun pertahanan pada kulitnya. Dengan demikian, jika ditanya "jenis kodok atau katak apa yang paling diminati di restoran?", jawabannya saat ini adalah American Bullfrog (Lithobates catesbeianus), diikuti oleh East Asian Bullfrog (Hoplobatrachus rugulosus) yang mendominasi pasar kuliner Asia Tenggara.
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Mas Tahzain
Foto by : INaturalist | corvid81 &
Wikimedia | Thomas Brown