Ironi Si "Permen Karet" Laut yang Kian Terancam Punah

Ironi Si "Permen Karet" Laut yang Kian Terancam Punah

Ironi Si "Permen Karet" Laut yang Kian Terancam Punah

Mamalia
Jumat, 23 Januari 2026
Dsn Mamalia
12 Views

23/JANUARI/2026-16.00| Redaksi PARAMIDSN


 

Surabaya,Paramidsn.com- Jika Anda sedang menyusuri perairan di sekitar Pulau Lantau, Hong Kong, Anda mungkin akan terpana melihat siluet merah muda yang muncul di permukaan air. Sekilas, mereka tampak seperti karakter kartun yang menggemaskan, namun di balik warna "permen karet" tersebut, tersimpan kisah perjuangan hidup yang memilukan.


Fisiologi Chinese white Dolpin

​Dikenal luas sebagai Lumba-lumba Pink, mamalia ini sebenarnya memiliki nama resmi Lumba-lumba Punggung Bungkuk Indo-Pasifik (Chinese White Dolphin). Uniknya, warna merah muda tersebut bukanlah pigmen asli. Mereka terlahir dengan warna abu-abu, namun karena hidup di perairan dangkal yang minim cahaya, pigmen kulit mereka memudar. Warna pink yang kita lihat sebenarnya adalah aliran darah hangat yang berada sangat dekat dengan permukaan kulit mereka.Kehadiran mereka di wilayah ini bukanlah hal baru. Catatan tertua mengenai makhluk ini muncul pada tahun 1637 dari seorang pedagang Inggris, Peter Mundy, meski saat itu ia keliru mengidentifikasinya sebagai "ikan pedang".Bagi nelayan lokal, mereka dikenal dengan sebutan Hak Kei atau Pak Kei. Hubungan mereka dengan manusia pun fluktuatif; beberapa nelayan dulu sempat merasa terganggu karena kehadiran lumba-lumba ini seringkali membuat ikan-ikan tangkapan kabur.

 

Penurunan Populasi

Sayangnya, keindahan lumba-lumba ini terancam oleh kemajuan zaman. Titik balik kehancuran populasi mereka dimulai pada awal 1990-an saat proyek raksasa Bandara Chek Lap Kok dimulai. Reklamasi laut untuk landasan pacu dan terminal telah merusak habitat alami mereka secara permanen. Angka penurunan populasinya sangat drastis dan mengkhawatirkan:

-​Tahun 1990-an: Populasi tercatat sekitar 250 ekor.

-​Saat Ini: Diperkirakan hanya tersisa sekitar 30-an ekor di perairan Hong Kong.

Kini, melihat lumba-lumba pink menjadi momen langka yang mahal. Meskipun tur pengamatan lumba-lumba kian populer dan mendatangkan decak kagum bagi siapa pun yang melihatnya, ada rasa getir yang menyertai setiap kemunculan mereka.

​Bagi banyak orang, melihat mereka melompat di antara gedung-gedung pencakar langit Hong Kong adalah pemandangan yang indah sekaligus menyedihkan—sebuah simbol dari makhluk cantik yang sedang berjuang keras melawan kepunahan di tengah hiruk-pikuk modernisasi.

 

Penulis :Dila

Editor : Ali Maruf

Foto By :Inaturalist|markus23k

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.