Ikonik Kuda Hitam di balik cerita Lambang kota Tuban

Ikonik Kuda Hitam di balik cerita Lambang kota Tuban

Ikonik Kuda Hitam di balik cerita Lambang kota Tuban

Mamalia
Kamis, 06 Agustus 2026
Dsn Mamalia
47 Views

06 Agustus 2026 | 12.04 WIB

Redaksi PARAMIDSN




 

Surabaya, PARAMIDSN.com – Bagi masyarakat Tuban, sosok kuda hitam yang menghiasi lambang daerah bukanlah sekadar gambar pemanis. Hewan gagah tersebut merupakan simbol keberanian, kesetiaan, dan semangat kepahlawanan yang diwariskan dari tokoh legendaris Tuban, Adipati Ronggolawe.


 

Filosofi Lambang Resmi kota

Dalam lambang resmi Kabupaten Tuban, seekor kuda hitam berdiri tegak di depan gapura putih dengan tapal kuda berwarna emas. Berdasarkan penjelasan Pemerintah Kabupaten Tuban, kuda hitam tersebut merupakan kuda kesayangan Ronggolawe yang melambangkan watak kesatria, keberanian luar biasa, serta keikhlasan dalam mengabdi kepada negara. Sementara tapal kuda emas menjadi simbol kejayaan dan kepahlawanan yang terus dikenang oleh masyarakat Tuban.


 

Di balik sosok Ronggolawe

Ronggolawe sendiri dikenal sebagai Adipati Tuban pada awal berdirinya Kerajaan Majapahit. Sosoknya banyak diceritakan dalam berbagai naskah sejarah maupun tradisi lisan sebagai ksatria pemberani yang teguh memegang prinsip. Karena itulah, figur kuda hitam kemudian menjadi identitas yang melekat kuat dengan Tuban, bahkan diwujudkan dalam berbagai monumen hingga lambang resmi daerah.


 

Pemilihan identifikasi Kuda Spesifik

Meski demikian, identitas kuda hitam dalam lambang Tuban bukan merujuk pada satu spesies tertentu. Secara biologis, kuda tersebut merupakan representasi dari kuda domestik (Equus ferus caballus), sementara warna hitam dipilih sebagai simbol ketegasan, kewibawaan, dan keberanian.

Di balik nilai sejarahnya, kuda juga memiliki peranan penting dalam perjalanan peradaban manusia. Selama ribuan tahun, kuda dimanfaatkan sebagai sarana transportasi, alat pertanian, pendamping peperangan, hingga simbol status sosial. Di Indonesia sendiri, kuda masih dimanfaatkan di berbagai daerah sebagai hewan pekerja, olahraga, wisata, dan pelestarian budaya.


 

Etimologi Nilai Ekologis

Nama genus Equus berasal dari bahasa Latin yang berarti "kuda". Nama spesies ferus berarti "liar", sedangkan caballus juga berasal dari bahasa Latin yang berarti "kuda pekerja" atau "kuda tunggangan". Nama ilmiah Equus ferus caballus menunjukkan bahwa kuda domestik merupakan subspesies dari kuda liar yang telah mengalami proses domestikasi selama ribuan tahun. Walaupun telah lama didomestikasi, kuda tetap memiliki nilai ekologis yang penting. Saat merumput, kuda membantu menjaga struktur padang rumput sehingga mengurangi dominasi semak tertentu.


 

Klasifikasi & Taksonomi

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mammalia

Ordo: Perissodactyla

Famili: Equidae

Genus: Equus

Spesies: Equus ferus

Subspesies: Equus ferus caballus

Notes : Kotorannya kuda menjadi sumber unsur hara yang menyuburkan tanah sekaligus menjadi habitat bagi berbagai serangga pengurai. Di beberapa kawasan konservasi, penggembalaan kuda bahkan dimanfaatkan untuk membantu mempertahankan ekosistem padang rumput agar tetap terbuka dan mendukung keberlangsungan berbagai spesies tumbuhan maupun satwa liar. Selain itu, sebagai herbivora, kuda juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan melalui saluran pencernaannya sehingga membantu regenerasi vegetasi di alam.


 

Penulis : Ali Setyaki

Editor : Agung Monche

Foto by : Blogger| Aimanul kirom


 

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.