15/ MEI /2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — di Balik Bulu
Di balik rimbunnya hutan hujan tropis Papua, alam menyimpan sebuah anomali evolusi yang menakjubkan sekaligus mengerikan. Jika biasanya racun identik dengan reptil atau amfibi, dunia sains dikejutkan oleh eksistensi Hooded Pitohui (Pitohui dichrous), burung pertama di dunia yang dikonfirmasi memiliki pertahanan kimiawi mematikan pada tubuhnya.
Sentuhan yang Melumpuhkan
Sekilas, burung ini tampak menawan dengan kombinasi warna bulu oranye cerah dan hitam pekat yang kontras. Namun, warna-warni ini bukanlah sekadar riasan. Dalam dunia biologi, fenomena ini disebut sebagai aposematisme, sebuah sinyal peringatan bagi para predator bahwa "makan malam" kali ini mengandung maut.
Ilmuwan pertama kali menemukan rahasia ini secara tidak sengaja ketika para peneliti merasa ujung jari mereka mati rasa dan terbakar setelah memegang burung ini. Investigasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa kulit dan bulu Hooded Pitohui mengandung Batrachotoxin (BTX).
Tahukah Anda? Racun Batrachotoxin yang ditemukan pada Pitohui adalah jenis neurotoksin yang sama dengan yang dimiliki oleh Katak Panah Beracun (Phyllobates terribilis) dari Kolombia.
Dari Mana Racun Itu Berasal?
Menariknya, Hooded Pitohui tidak memproduksi racun tersebut secara mandiri. Para ahli meyakini bahwa burung ini memperoleh toksin dari pola makannya, yakni mengonsumsi serangga Melyrid (kumbang kecil yang juga kaya akan batrachotoxin). Hebatnya, burung ini telah berevolusi sehingga kebal terhadap racun tersebut, sementara bagi hewan lain, dosis kecil saja dapat menyebabkan kelumpuhan hingga gagal jantung.
Bagi masyarakat lokal di Papua, rahasia ini bukanlah hal baru. Mereka menyebutnya sebagai "burung sampah" karena dagingnya yang pahit dan menyebabkan sensasi terbakar jika dikonsumsi, sehingga mereka cenderung menghindarinya.
Klasifikasi dan Taksonomi
:
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Oriolidae
Genus: Pitohui
Species: Pitohui dichrous
Notes : Penemuan Hooded Pitohui telah membuka mata dunia bahwa alam selalu memiliki cara unik untuk melindungi dirinya. Burung ini adalah pengingat bahwa di balik kicauan merdu dan warna yang indah, tersimpan mekanisme pertahanan yang telah terasah selama jutaan tahun evolusi.
Penulis: Agung Monche
editor : Ali Setyaki
Foto by : INaturalist | Markus Lilje