08/FEBRUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com- Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat, perhatian dunia agribisnis kini tertuju pada jenis lebah unik bernama Trigona (sering disebut Klanceng atau Itama). Berbeda dengan lebah madu pada umumnya (Apis mellifera), lebah ini tidak memiliki sengat, namun menghasilkan madu dengan nilai ekonomi dan khasiat yang jauh lebih tinggi.
Berbeda dengan lebah madu pada umumnya, Trigona masuk dalam kategori Stingless Bee atau lebah tanpa sengat. Secara fisik, ukurannya jauh lebih kecil, menyerupai lalat kecil atau semut bersayap. Lebah ini tidak menyimpan madu dalam sarang berbentuk heksagonal, melainkan dalam kantong-kantong bundar yang terbuat dari propolis.
Sifatnya yang tidak menyengat membuat lebah ini sangat aman dibudidayakan di area pemukiman padat penduduk atau pekarangan rumah tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar.
Madu yang dihasilkan oleh lebah Trigona memiliki karakteristik rasa yang khas, yakni perpaduan manis dan asam yang segar. Namun, daya tarik utamanya terletak pada kandungan gizinya:
-Antioksidan Tinggi: Mengandung asam fenolat yang sangat tinggi untuk memperkuat sistem imun.
-Antibakteri Alami: Berkat kandungan propolis yang menyatu dalam proses produksi madu, madu Trigona memiliki kemampuan melawan bakteri yang lebih kuat dibandingkan madu biasa.
-Kandungan Propolis: Lebah ini adalah penghasil propolis terbaik. Propolis digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan dan kosmetik karena sifat penyembuhannya yang luar biasa.
Dari sisi bisnis, budidaya Trigona dianggap sebagai investasi yang sangat menjanjikan. Harga madu Trigona di pasar domestik dapat mencapai 3 hingga 5 kali lipat harga madu biasa. Hal ini disebabkan oleh volume produksi per koloni yang lebih sedikit namun kualitasnya jauh lebih pekat dan murni.
Para peternak hanya perlu memastikan ketersediaan sumber pakan (vegetasi) di sekitar stup atau kotak sarang. Tanaman seperti bunga air mata pengantin, Santos Temon, serta berbagai jenis pohon buah menjadi sumber nektar dan polen yang sangat disukai lebah ini.
Meskipun menjanjikan, keberlangsungan budidaya Trigona sangat bergantung pada kelestarian alam. Penggunaan pestisida kimia di sekitar area budidaya menjadi ancaman utama yang dapat mematikan seluruh koloni dalam waktu singkat. Para ahli menyarankan peternak untuk menerapkan sistem organik di lingkungan sekitar sarang demi menjaga kesehatan koloni.
Penulis :Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By :ph_kubitza