2/MARET/2026| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com – Di balik kemegahan lambang negara Garuda Pancasila, terselip sosok nyata dari jagat raya Indonesia yang kini menyandang status terancam punah. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), burung pemangsa endemik Pulau Jawa, secara luas diyakini sebagai inspirasi utama penggambaran visual Garuda yang dirancang oleh Sultan Hamid II dan disempurnakan oleh Presiden Soekarno.
Identitas yang Serupa
Kemiripan paling menonjol antara Elang Jawa dan Garuda terletak pada jambul di atas kepalanya. Elang Jawa memiliki jambul berwarna hitam sepanjang 12 cm yang berdiri tegak, sangat mirip dengan penggambaran jambul pada kepala Garuda Pancasila. Selain itu, bulu berwarna cokelat keemasan pada bagian tengkuk dan punggung Elang Jawa mencerminkan kemegahan warna emas yang dipilih sebagai warna utama lambang negara.
"Elang Jawa bukan sekadar burung pemangsa, ia adalah simbol kedaulatan dan kekuatan alam nusantara yang mewujud dalam identitas bangsa kita," ujar seorang pakar ornitologi dalam diskusi pelestarian satwa di Jakarta.
Status Konservasi yang Mengkhawatirkan
Meski menyandang status terhormat sebagai burung nasional melalui Keppres No. 4 Tahun 1993, populasi Elang Jawa saat ini berada dalam kondisi kritis. Berdasarkan data terbaru, burung ini dikategorikan sebagai:
IUCN: Endangered (Terancam Punah).
CITES: Appendix I (Dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional).
Habitatnya yang kian menyempit di hutan-hutan primer Pulau Jawa akibat deforestasi dan perburuan liar menjadi ancaman utama. Sifatnya yang monogami (hanya memiliki satu pasangan seumur hidup) dan hanya bertelur dua tahun sekali membuat pemulihan populasinya di alam liar berjalan sangat lambat.
Upaya Pelestarian
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan berbagai upaya konservasi, mulai dari perlindungan habitat di taman-taman nasional hingga program pelepasliaran hasil rehabilitasi. Edukasi kepada masyarakat juga terus digalakkan agar kebanggaan terhadap lambang negara juga dibarengi dengan semangat menjaga kelestarian sang "Garuda" di alam aslinya.
Menjaga Elang Jawa berarti menjaga keberlangsungan inspirasi dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Tanpa upaya konservasi yang serius, Indonesia berisiko kehilangan sosok nyata yang menjadi simbol pemersatu bangsa tersebut.
Penulis: Suaizam
Editor: Ali Ma'ruf
Foto By: iNaturalist| fachrynurmallojr