Dimana kunang kunang kini? Apa penyebab mereka sudah sulit ditemukan

Dimana kunang kunang kini? Apa penyebab mereka sudah sulit ditemukan

Dimana kunang kunang kini? Apa penyebab mereka sudah sulit ditemukan

Inverterbrata
Senin, 22 Juni 2026
Dsn Mamalia
60 Views

17/ Juni /2026 | REDAKSI PARAMIDSN



 

SURABAYA, Paramidsn.com —​Pernahkah Anda menatap langit malam di pedesaan dan menyadari ada sesuatu yang hilang? Jika beberapa dekade lalu kita terbiasa melihat kerlip cahaya kuning kehijauan yang menari-nari di antara semak atau tepian sungai, kini pemandangan magis itu semakin sulit ditemukan. Kunang-kunang, serangga yang kerap menjadi simbol nostalgia masa kecil, kini tengah menghadapi ancaman eksistensial.


 

​Mengapa Mereka Semakin Langka?

​Hilangnya populasi kunang-kunang bukanlah karena mereka bermigrasi ke tempat yang lebih baik, melainkan karena habitat mereka yang hancur. Para ahli mengidentifikasi tiga faktor utama yang menjadi "pembunuh senyap" bagi serangga bercahaya ini:

Kehilangan Habitat: Konversi lahan menjadi perumahan, kawasan industri, hingga perkebunan monokultur telah melenyapkan area lembab yang menjadi rumah bagi siklus hidup kunang-kunang. Mereka membutuhkan ekosistem yang spesifik—seperti tepian sungai yang bersih dan semak yang tidak terganggu—untuk berkembang biak.

Polusi Cahaya: Bagi kunang-kunang, cahaya adalah bahasa komunikasi. Mereka mengandalkan bioluminesensi untuk menemukan pasangan. Cahaya buatan dari lampu jalan, papan iklan, dan pemukiman yang berlebihan di malam hari "menenggelamkan" sinyal alami mereka, sehingga mereka gagal menemukan pasangan dan bereproduksi.

Penggunaan Pestisida: Banyak spesies kunang-kunang menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai larva di dalam tanah. Penggunaan insektisida kimia yang masif tidak hanya membunuh hama, tetapi juga mematikan larva kunang-kunang dan sumber makanan mereka, seperti siput kecil dan invertebrata tanah lainnya.

​Selain faktor-faktor di atas, perubahan iklim yang memicu kekeringan ekstrem dan rusaknya kualitas air juga membuat lingkungan menjadi tidak ramah lagi bagi serangga berdarah dingin ini. Tanpa langkah konservasi yang serius, cahaya mereka mungkin benar-benar akan padam dari bumi.


 

Famili Kunang- kunang Dari Indonesia

Lampyridae.

​Di Indonesia, kelompok yang paling dominan dan paling sering terlihat adalah dari subfamili Luciolinae. Berikut adalah detail klasifikasi spesies yang memiliki sebaran biogeografi di Indonesia:

​Spesies Kunang-Kunang Utama di Indonesia


 

​1. Pteroptyx malaccae (Kunang-kunang Mangrove)

​Spesies ini adalah yang paling ikonik di Indonesia, terutama di kawasan pesisir dan ekosistem mangrove. Mereka dikenal karena perilaku uniknya yang melakukan sinkronisasi cahaya secara massal di atas pohon bakau.

Kingdom: Animalia

Filum: Arthropoda

Kelas: Insecta

Ordo: Coleoptera

Famili: Lampyridae

Genus: Pteroptyx

Spesies: Pteroptyx malaccae

Distribusi: Tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk sepanjang pesisir Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.


 

​2. Luciola pupillae

​Ini adalah salah satu spesies yang sering ditemukan di area pedesaan, perkebunan, dan lahan pertanian di Indonesia. Spesies ini lebih toleran terhadap perubahan lingkungan dibandingkan Pteroptyx, namun populasinya tetap terancam oleh penggunaan pestisida.

Kingdom: Animalia

Filum: Arthropoda

Kelas: Insecta

Ordo: Coleoptera

Famili: Lampyridae

Genus: Luciola

Spesies: Luciola pupillae

Distribusi: Endemik atau umum ditemukan di wilayah Indonesia (khususnya Jawa dan sekitarnya).


 

​3. Asymmetricata circumdata

​Spesies ini menarik karena perilakunya yang sering terbang di sekitar tanaman semak di area yang agak terbuka. Mereka merupakan bagian penting dari rantai makanan di ekosistem lahan basah Indonesia.

Kingdom: Animalia

Filum: Arthropoda

Kelas: Insecta

Ordo: Coleoptera

Famili: Lampyridae

Genus: Asymmetricata

Spesies: Asymmetricata circumdata

Distribusi: Tersebar di wilayah Indonesia dan beberapa bagian Asia Tenggara lainnya.

​Catatan Biogeografi di Indonesia

​Penting untuk dipahami bahwa klasifikasi kunang-kunang di Indonesia masih merupakan bidang yang aktif diteliti. Banyak spesies yang ditemukan di Indonesia memiliki batasan distribusi yang sempit (endemisme tinggi), terutama di pulau-pulau di luar Jawa.

​Perbedaan utama klasifikasi pada tingkat spesies di Indonesia biasanya didasarkan pada:

Pola Flash (Kedipan Cahaya): Setiap spesies memiliki "kode" cahaya (durasi dan ritme) yang berbeda untuk menarik pasangan, yang berfungsi sebagai mekanisme isolasi reproduksi.


 

Morfologi Genetalia: Karena kemiripan fisik secara visual, identifikasi taksonomi yang akurat sering kali harus melibatkan pemeriksaan struktur organ reproduksi di bawah mikroskop oleh ahli entomologi.

​Dunia ilmiah terus mencatat penemuan spesies baru di wilayah Wallacea dan Papua, yang menandakan bahwa keragaman kunang-kunang Indonesia masih jauh lebih luas daripada yang teridentifikasi saat ini.


 

Klasifikasi dan Taksonomi

Kerajaan (Kingdom): Animalia

Filum: Arthropoda

Kelas: Insecta (serangga)

Ordo: Coleoptera (kumbang)

Famili: Lampyridae

Notes : ​Famili Lampyridae sendiri sangat beragam, mencakup lebih dari 2.000 spesies yang tersebar di wilayah tropis maupun iklim temperata di seluruh dunia. Mereka terbagi ke dalam beberapa subfamili, seperti Lampyrinae, Luciolinae, dan Photurinae, yang masing-masing memiliki karakteristik unik dalam cara mereka memancarkan cahaya dan perilaku kawinnya. ​Indonesia merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk kunang-kunang. Karena wilayah kita adalah bagian dari zona tropis yang lembap, kondisi ini sangat mendukung kehidupan berbagai spesies dalam famili


 

Penulis : Ali Setyaki

Editor : Agung Monche

Foto by : Research Gate | Ayan Paul

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.