17 / Mei /2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Dunia reptil menyimpan banyak makhluk aneh dengan bentuk tubuh luar biasa, salah satunya adalah bunglon bertanduk dan bunglon terkecil di dunia. Kedua jenis bunglon ini menjadi bukti bahwa evolusi mampu menciptakan hewan dengan penampilan hampir seperti makhluk fantasi. Bunglon dikenal luas karena kemampuannya mengubah warna tubuh, mata yang dapat bergerak independen, serta lidah super panjang untuk menangkap mangsa. Namun, tidak banyak orang mengetahui bahwa beberapa spesies memiliki tanduk mirip naga kecil, sementara spesies lainnya berukuran lebih kecil dari ujung jari manusia.
Bunglon Bertanduk, “Naga Mini” dari Hutan Tropis
Salah satu bunglon paling terkenal adalah Jackson’s Chameleon (Trioceros jacksonii), spesies unik asal Afrika Timur yang memiliki tiga tanduk di kepalanya. Penampilannya membuat reptil ini sering dijuluki “mini triceratops” karena mirip dinosaurus bertanduk. Tanduk tersebut umumnya dimiliki pejantan dan digunakan untuk mempertahankan wilayah maupun menarik perhatian betina. Saat bertarung, dua pejantan dapat saling mendorong menggunakan tanduk mereka hingga salah satunya jatuh dari dahan. Selain Jackson’s Chameleon, ada pula beberapa bunglon bertanduk lain dari Madagaskar dan Afrika yang memiliki tonjolan unik di kepala maupun hidung. Bentuk tubuh eksotis mereka membuat banyak pecinta reptil menganggap bunglon bertanduk sebagai salah satu kadal paling menakjubkan di dunia. Kemampuan kamuflase mereka juga sangat luar biasa. Warna tubuh dapat berubah tergantung suasana hati, suhu, cahaya, maupun kondisi lingkungan.
Bunglon Terkecil di Dunia, Ukurannya Lebih Kecil dari Jari
Jika bunglon bertanduk terlihat gagah dan menyeramkan, maka bunglon terkecil di dunia justru tampak sangat mungil dan menggemaskan. Gelar ini dimiliki oleh Brookesia nana, spesies mikro bunglon dari Madagaskar yang baru ditemukan ilmuwan pada tahun 2021. Ukuran tubuh pejantan dewasa Brookesia nana hanya sekitar 13,5 milimeter, sedangkan panjang total tubuhnya sekitar 22 milimeter termasuk ekor. Ukuran tersebut membuatnya menjadi salah satu reptil terkecil yang pernah ditemukan di Bumi. Karena tubuhnya sangat kecil, bunglon ini hidup tersembunyi di antara serasah daun hutan. Mereka sulit ditemukan dan baru teridentifikasi setelah penelitian intensif di kawasan pegunungan Madagaskar. Para ilmuwan menduga ukuran mini ekstrem itu merupakan hasil evolusi pulau, fenomena ketika hewan berkembang menjadi sangat kecil atau sangat besar akibat kondisi habitat yang terisolasi.
Madagaskar, Surga Bunglon Dunia
Sebagian besar spesies bunglon dunia hidup di Madagaskar, pulau besar di Afrika yang terkenal memiliki keanekaragaman hayati luar biasa. Banyak spesies di sana tidak ditemukan di tempat lain di Bumi.
Namun, deforestasi dan kerusakan habitat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup bunglon-bunglon unik tersebut. Beberapa spesies bahkan sudah masuk daftar satwa terancam punah akibat hilangnya hutan tropis.
Para peneliti menilai perlindungan habitat sangat penting agar spesies langka seperti bunglon bertanduk maupun bunglon mini tidak menghilang sebelum benar-benar dipahami oleh ilmu pengetahuan.
Klasifikasi dan Taksonomi Bunglon Bertanduk
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Famili: Chamaeleonidae
Genus: Trioceros
Spesies: Trioceros jacksonii
Nama umum: Jackson’s Chameleon / Bunglon Bertanduk Jackson
Klasifikasi dan Taksonomi Bunglon Terkecil di Dunia
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Famili: Chamaeleonidae
Genus: Brookesia
Spesies: Brookesia nana
Nama umum: Nano Chameleon / Bunglon Mini Madagaskar.
Notes : Kedua bunglon atau chameleon ini sangat unik karena ke-duanya memiliki bentuk yang di anggap aneh, yang satu bertanduk, dan yang satunya lagi sangat mini hingga orang pun tak mengetahui joka disitu ada seekor reptil yang hidup.
Penulis: Ali Setyaki
Editor : Agung Monche
Foto by : Glaw/ZSM/SNSB & Inaturalist | Rogue Adven