29/JULI/2026 – 20.00 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya, Paramidsn.com – Film-film bertema dinosaurus sering menggambarkan pterosaurus sebagai reptil terbang raksasa yang melayang di langit sambil mengeluarkan jeritan keras hingga memekakkan telinga. Adegan tersebut memang dramatis, tetapi apakah benar pterosaurus benar-benar memiliki suara sekeras itu?
Belum ada bukti ilmiah
Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah langsung yang menunjukkan bahwa pterosaurus mampu mengeluarkan suara menggelegar seperti yang sering digambarkan dalam film. Karena jaringan lunak seperti pita suara hampir tidak pernah terawetkan sebagai fosil, para paleontolog harus mengandalkan bentuk tengkorak, saluran pernapasan, dan perbandingan dengan hewan modern untuk memperkirakan bagaimana suara mereka.
Sebagian besar ilmuwan menduga bahwa pterosaurus kemungkinan menghasilkan suara yang lebih beragam, mulai dari dengusan, desisan, bunyi klik, hingga panggilan bernada rendah atau sedang. Kemampuan tersebut mungkin digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama anggota kelompok, menarik pasangan, mempertahankan wilayah, atau memperingatkan adanya predator.
Jambul resonansi Suara
Beberapa spesies pterosaurus bahkan memiliki jambul kepala yang besar. Selain berfungsi sebagai penanda visual, beberapa peneliti menduga rongga di dalam jambul tersebut mungkin membantu memperkuat resonansi suara, mirip seperti ruang gema pada beberapa burung modern. Namun, hipotesis ini masih menjadi bahan penelitian dan belum dapat dipastikan.
Perlu diingat bahwa pterosaurus bukanlah dinosaurus, melainkan kelompok reptil terbang yang merupakan kerabat dekat dinosaurus. Mereka hidup sejak sekitar 228 juta tahun lalu hingga kepunahan massal pada akhir Zaman Kapur sekitar 66 juta tahun yang lalu.
Perbedaan Film & Ilmuwan
Film-film seperti Jurassic Park dan Jurassic World memang menampilkan pterosaurus dengan suara yang sangat keras. Akan tetapi, efek suara tersebut sebagian besar merupakan hasil kreativitas industri perfilman agar terlihat lebih menegangkan, bukan rekonstruksi ilmiah yang akurat. Bahkan, suara yang digunakan biasanya merupakan gabungan rekaman burung pemangsa, buaya, mamalia, hingga efek digital. Para ilmuwan justru menilai bahwa suara pterosaurus mungkin lebih menyerupai kombinasi panggilan burung laut, bangau, atau buaya dibandingkan raungan monster. Dengan demikian, meskipun beberapa spesies berukuran besar kemungkinan mampu menghasilkan suara yang cukup keras untuk berkomunikasi dalam jarak jauh, hampir tidak mungkin mereka mengeluarkan jeritan yang mampu memekakkan telinga seperti dalam film. Penelitian mengenai suara pterosaurus masih terus berkembang. Setiap fosil baru berpotensi memberikan petunjuk mengenai anatomi saluran pernapasan maupun perilaku mereka, sehingga gambaran tentang kehidupan reptil terbang purba ini akan semakin mendekati kondisi yang sebenarnya.
Etimologi & Keunikan
Nama genus Quetzalcoatlus diambil dari nama dewa ular berbulu dalam mitologi Aztek, Quetzalcōātl, karena ukuran dan kemampuan terbangnya yang mengesankan. Nama spesies northropi diberikan untuk menghormati John Knudsen Northrop, pendiri Northrop Corporation sekaligus pelopor dalam desain pesawat terbang.
Quetzalcoatlus northropi diperkirakan memiliki rentang sayap sekitar 10–11 meter, menjadikannya salah satu hewan terbang terbesar yang pernah hidup. Tingginya saat berdiri diperkirakan setara dengan jerapah, sekitar 5–6 meter. Fosilnya pertama kali ditemukan pada tahun 1971 di Formasi Javelina, Texas, Amerika Serikat. Para ilmuwan memperkirakan spesies ini mampu terbang melintasi jarak yang sangat jauh dengan memanfaatkan arus udara, layaknya burung albatros modern. Meskipun bertubuh raksasa, Quetzalcoatlus diduga lebih sering berburu hewan-hewan kecil di daratan dibandingkan menangkap ikan di laut..
Klasifikasi & Taksonomi
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Klad: Avemetatarsalia
Ordo: Pterosauria
Famili: Azhdarchidae
Genus: Quetzalcoatlus
Spesies: Quetzalcoatlus northropi
Notes : Pterosaurus merupakan vertebrata pertama yang mampu melakukan penerbangan aktif jauh sebelum burung dan kelelawar muncul. Rentang sayap spesies terbesar seperti Quetzalcoatlus diperkirakan mencapai lebih dari 10 meter. Sayap pterosaurus terbentuk dari membran kulit yang disangga oleh jari keempat yang sangat memanjang. Tidak semua pterosaurus berukuran raksasa; beberapa spesies hanya sebesar burung gereja. Hingga kini belum ditemukan fosil pita suara pterosaurus, sehingga suara mereka masih menjadi salah satu misteri paleontologi.
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Adi Mikayasa
Foto by : Mark datton & Daren Naish