(Bencana Satwa Tahunan) Ulasan Wabah Tikus yang menyerang daerah Jombang

(Bencana Satwa Tahunan) Ulasan Wabah Tikus yang menyerang daerah Jombang

(Bencana Satwa Tahunan) Ulasan Wabah Tikus yang menyerang daerah Jombang

Mamalia
Minggu, 10 Mei 2026
Dsn Mamalia
62 Views

8/MEI/2026 | REDAKSI PARAMIDSN



 

SURABAYA, Paramidsn.com —

​Kronologi Wabah Tikus di Jombang

​Wabah tikus di Jombang biasanya terjadi secara siklus, namun ada beberapa tahun di mana intensitasnya mencapai tingkat yang sangat merusak (puso), berikut kami lampirkan history kejadian bencana Wabah tikus yang pernah menyerang di daerah yang masih ikut provinsi Jawa Timur.



 

Runtutan Histori Tahunan

Tahun 2011: Terjadi serangan masif di beberapa kecamatan seperti Kesamben, Sumobito, dan Mojoagung. Ratusan hektare sawah rusak parah, memaksa petani melakukan perburuan tikus (gropyokan) secara besar-besaran.

Tahun 2014: Wabah kembali muncul dengan skala yang luas. Serangan ini memicu kreativitas sekaligus bahaya, di mana banyak petani mulai menggunakan jebakan tikus listrik yang sayangnya sering memakan korban jiwa di kalangan petani sendiri.

Tahun 2017: Serangan tikus merusak tanaman padi yang baru berumur beberapa minggu. Pemerintah kabupaten saat itu harus turun tangan memberikan bantuan pestisida dan mendorong gerakan pengendalian hayati.

Tahun 2020 - 2021: Ini merupakan salah satu periode serangan yang paling sulit karena terjadi di tengah pandemi COVID-19. Kecamatan Sumobito dan Peterongan menjadi wilayah terdampak paling parah. Di tahun ini pula, penggunaan Pagupon (rumah burung hantu) mulai digalakkan secara masif sebagai solusi jangka panjang.


 

​Metode Pengendalian yang Pernah Dilakukan

Gropyokan Tradisional: Masyarakat turun ke sawah bersama-sama menggunakan alat pemukul dan pengasapan (emposan) pada lubang-lubang tikus.

Pemanfaatan Burung Hantu (Tyto alba): Pemasangan rumah burung hantu (Pagupon) di tengah sawah. Jombang menjadi salah satu pelopor desa mandiri burung hantu untuk menekan populasi tikus secara alami.

Sayembara Tikus: Di beberapa desa, pemerintah desa pernah mengadakan sayembara di mana setiap ekor tikus yang ditangkap dihargai dengan uang tunai (misalnya Rp1.000 - Rp2.000 per ekor).


 

​Klasifikasi & Taksonomi


 

(Tikus Sawah):

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Mammalia

Order: Rodentia

Family: Muridae

Genus: Rattus

Species: Rattus argentiventer


 

Tikus Rumah 

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Mammalia

Order: Rodentia

Family: Muridae

Genus: Rattus

Species: Rattus rattus

Subspecies: Rattus rattus diardii


 

Status Observasi : 

Tikus sawah (Rattus argentiventer) memiliki kemampuan reproduksi yang sangat cepat. Sepasang tikus dalam satu tahun secara teoritis dapat berkembang biak hingga menjadi ribuan ekor jika ketersediaan pakan (padi) melimpah dan predator alaminya (ular sawah dan burung hantu) hilang dari ekosistem.


 

Penulis: Ali Maruf

Editor: Adi Mikayasa 

Foto By: Media Post Solo & Inaturalist 

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.