Benarkah Lumba lumba memiliki dukun beranak? Mereka Bisa Membantu Kelahiran Sesamanya!

Benarkah Lumba lumba memiliki dukun beranak? Mereka Bisa Membantu Kelahiran Sesamanya!

Benarkah Lumba lumba memiliki dukun beranak? Mereka Bisa Membantu Kelahiran Sesamanya!

Mamalia
Minggu, 09 Agustus 2026
Dsn Mamalia
72 Views

08/AGUSTUS/2026 | REDAKSI PARAMIDSN




 

SURABAYA, Paramidsn.com  Bayangkan seekor induk lumba-lumba sedang melahirkan di tengah lautan. Di sekelilingnya bukan dokter, bukan bidan, dan tentu saja bukan manusia. Namun, beberapa lumba-lumba lain dapat berada di dekat induk yang sedang melahirkan dan memberikan perhatian kepada induk maupun bayi yang baru lahir. Fenomena inilah yang kemudian membuat muncul istilah menarik: “dukun beranak” atau “bidan” di dunia lumba-lumba.

Tetapi, apakah lumba-lumba benar-benar memiliki “bidan” seperti manusia?


 

Tidaklah Sebuah Mitos 

Lumba-lumba merupakan mamalia laut yang terkenal memiliki kehidupan sosial kompleks. Pada beberapa populasi, betina dapat hidup dalam kelompok dan berinteraksi erat dengan induk serta anak-anak lainnya. Pengamatan pada lumba-lumba hidung botol menunjukkan bahwa betina lain dapat berada di sekitar induk yang melahirkan dan membantu atau mendampingi proses kelahiran. Dolphin Research Center, misalnya, mencatat bahwa betina lumba-lumba pernah terlihat membantu proses kelahiran dan lebih sering berperan sebagai “pengasuh” atau pendamping anak lumba-lumba. Perilaku tersebut membuat para peneliti tertarik karena menunjukkan bahwa kehidupan sosial cetacea tidak hanya berkaitan dengan mencari makanan dan perlindungan, tetapi juga dapat melibatkan pengasuhan sosial. Namun, istilah “dukun beranak” hanyalah perumpamaan. Lumba-lumba tidak memiliki profesi kebidanan seperti manusia.


 

Bagaimana Lumba-Lumba Melahirkan?

Sebagai mamalia, lumba-lumba berkembang biak dengan cara vivipar, yaitu embrio berkembang di dalam tubuh induknya dan kemudian dilahirkan sebagai anak hidup.

Anak lumba-lumba umumnya dilahirkan dengan posisi ekor terlebih dahulu. Cara ini sangat penting karena bayi harus segera mencapai permukaan untuk mengambil napas pertamanya. Setelah lahir, bayi belum sepenuhnya kuat berenang. Ia harus mengikuti induknya dan berada sangat dekat dengan tubuh sang ibu.Di sinilah keberadaan lumba-lumba lain dapat menjadi penting. Betina lain yang berada di sekitar induk dapat membantu menjaga lingkungan sosial di sekitar induk dan anak. Dalam kelompok yang memiliki struktur sosial kuat, individu lain juga dapat berperan seperti “pengasuh” bagi anak.


 

Istilah “Pengasuh” Dalam Kelompok

Perilaku tersebut lebih tepat disebut allomaternal care, yaitu perawatan anak yang melibatkan individu selain induknya.

Pada lumba-lumba, anak dapat berinteraksi dengan betina lain selain induknya. Individu tersebut sering dianalogikan sebagai “auntie” atau bibi karena membantu menjaga dan belajar merawat anak.

Menariknya, perilaku seperti ini memiliki keuntungan evolusioner. Lumba-lumba muda membutuhkan waktu untuk belajar berenang, mencari makanan, berkomunikasi, menggunakan ekolokasi, dan berinteraksi dengan anggota kelompok. Kehadiran individu dewasa lainnya dapat memberikan lingkungan sosial yang membantu proses perkembangan tersebut. Jadi, kalau manusia memiliki bidan dan babysitter, kelompok lumba-lumba memiliki bentuk pendampingan sosialnya sendiri meskipun mekanismenya tidak sama dengan manusia.


 

“Dolphin-Assisted Birth” pada Manusia

Istilah “lumba-lumba menjadi bidan” juga pernah muncul dalam pemberitaan karena adanya orang yang ingin melahirkan dengan dikelilingi lumba-lumba di Hawaii. Pada 2013 dan 2015, media memberitakan rencana persalinan manusia yang melibatkan lumba-lumba. Namun, klaim bahwa lumba-lumba dapat memberikan manfaat khusus dalam proses persalinan manusia tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Bahkan, keberadaan lumba-lumba liar di sekitar manusia yang sedang melahirkan dapat menimbulkan risiko keselamatan.

Jadi ada dua hal yang harus dipisahkan yakni. Lumba-lumba membantu atau mendampingi kelahiran sesamanya   terdapat pengamatan perilaku yang mendukung. Namun klaim Lumba-lumba menjadi “bidan” bagi manusia  bukan praktik medis yang terbukti secara ilmiah.


 

 Fenomena Serupa pada Paus Sperma  

Menariknya, pada 2026 penelitian yang dipublikasikan di Science mendokumentasikan kelahiran paus sperma di alam liar dan menemukan bentuk bantuan sosial yang luar biasa. Dalam rekaman tersebut, sejumlah paus sperma berkumpul ketika seekor betina melahirkan. Setelah anak lahir, beberapa individu membantu menopang atau mengangkat anak ke permukaan agar dapat bernapas. Bahkan individu yang tidak memiliki hubungan kekerabatan langsung ikut berpartisipasi.

Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa bantuan selama kelahiran bukan semata-mata perilaku manusia atau primata.

Dengan demikian, perilaku sosial cetacea ternyata jauh lebih kompleks daripada yang selama ini dibayangkan.


 

Mengapa Mereka Saling Membantu?

Ada beberapa kemungkinan penjelasan evolusioner. Pertama, lumba-lumba merupakan hewan yang hidup dalam masyarakat sosial. Hubungan antarindividu dapat berlangsung lama sehingga membantu anak anggota kelompok mungkin memberikan keuntungan sosial. Kedua, betina yang belum memiliki anak dapat memperoleh pengalaman dengan berinteraksi dengan bayi. Dengan kata lain, “menjadi pengasuh” dapat menjadi bagian dari proses belajar perilaku keibuan.

Ketiga, menjaga anak dapat membantu mempertahankan stabilitas kelompok.

Namun, para ilmuwan tetap harus berhati-hati. Tidak setiap lumba-lumba yang berenang dekat induk melahirkan otomatis berarti sedang “membantu persalinan”. Dibutuhkan pengamatan perilaku yang terukur untuk menentukan apakah suatu individu benar-benar memberikan bantuan.


 

Nilai Ekologis & Etimologi

Tursiops berasal dari bahasa Yunani dan secara umum merujuk pada bentuk yang menyerupai lumba-lumba. Nama tersebut digunakan sebagai nama genus untuk lumba-lumba hidung botol. Nama spesifik truncatus berasal dari bahasa Latin yang berarti “terpotong” atau “dipendekkan”, merujuk pada karakteristik bentuk tubuh tertentu. Sementara itu, nama umum lumba-lumba dalam bahasa Indonesia digunakan untuk berbagai jenis cetacea kecil hingga sedang yang secara umum dikenal sebagai dolphin. Lumba-lumba memiliki peran penting dalam ekosistem laut sebagai predator tingkat menengah hingga tinggi. Mereka memangsa berbagai jenis ikan, cumi-cumi, dan organisme laut lainnya sehingga ikut membantu menjaga keseimbangan populasi mangsa. Karena membutuhkan habitat laut yang relatif sehat dan memiliki ketersediaan makanan memadai, keberadaan serta kondisi populasi lumba-lumba juga dapat menjadi bagian dari indikator perubahan ekosistem laut. Lumba-lumba juga memiliki nilai ekologis sebagai bagian dari jaring makanan laut. Energi yang mereka peroleh dari ikan dan cephalopoda pada akhirnya kembali masuk ke ekosistem melalui proses alami setelah kematian dan penguraian tubuh. Lebih menarik lagi, kehidupan sosial mereka memberikan gambaran tentang bagaimana kecerdasan, komunikasi, kerja sama, dan pengasuhan dapat berkembang pada mamalia laut.


 

Klasifikasi & Taksonomi

Kingdom : Animalia
 

Phylum : Chordata
 

Class : Mammalia
 

Ordo : Cetacea
 

Subordo : Odontoceti
 

Family : Delphinidae
 

Genus : Tursiops
 

Spesies  : Tursiops truncatus 

Notes: “lumba-lumba” bukan satu spesies tunggal. Istilah ini mencakup banyak spesies dalam beberapa kelompok cetacea. Tursiops truncatus digunakan sebagai contoh karena merupakan salah satu lumba-lumba yang paling banyak dipelajari. Jadi, “dukun beranak” lumba-lumba mungkin bukan istilah ilmiah tetapi perilaku sosial yang melatarbelakanginya benar-benar menarik untuk dipelajari. Dunia satwa ternyata memiliki banyak bentuk kerja sama yang sekilas terlihat sangat mirip dengan kehidupan sosial manusia. Fenomena Dukun beranak tersebut memperlihatkan bahwa kelahiran pada beberapa cetacea dapat menjadi peristiwa sosial, bukan sekadar urusan induk dan anak. Laut ternyata menyimpan kehidupan sosial yang jauh lebih rumit daripada sekadar kawanan hewan yang berenang bersama.



 

Penulis : Ali Setyaki

Editor : Agung Monche

Foto by : INaturalist | lisiqi

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.