17/APRIL/2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Bayangkan Anda sedang berjalan di bawah mendung tebal, namun alih-alih tetesan air, ribuan katak kecil justru jatuh dari langit dan menghujani payung Anda. Fenomena ini bukanlah adegan film horor, melainkan kejadian nyata yang pernah mengguncang beberapa wilayah di Cina, salah satunya yang paling terkenal terjadi di wilayah Shenzhen dan beberapa area di Gansu.
Melalui catatan, tim PARAMIDSN merangkum tahun serta penjelasan ilmiah di balik peristiwa yang sering kali dianggap sebagai pertanda mistis ini.
Bukan Sihir, Tapi "Water Spout"
Penjelasan paling logis dan diterima secara ilmiah mengenai hujan katak adalah fenomena Belalai Air (Waterspout).
Mekanisme Penyedotan: Ketika puting beliung terjadi di atas permukaan air (seperti danau, rawa, atau kolam yang penuh dengan populasi katak), pusaran angin tersebut bertindak seperti penyedot debu raksasa. Transportasi Udara: Katak-katak yang ringan tersedot ke dalam pusaran awan kumulonimbus dan terbawa oleh arus angin kencang (jet stream) hingga berkilo-kilometer jauhnya dari habitat aslinya. Presipitasi Satwa Saat kecepatan angin melemah atau badai mereda, gravitasi mengambil alih. Katak-katak ini kemudian jatuh ke bumi bersamaan dengan hujan, menciptakan ilusi bahwa langit sedang "menghujankan" amfibi.
Kenapa Hanya Katak?
Banyak orang bertanya, mengapa yang jatuh sering kali hanya satu spesies seperti katak atau ikan? Hal ini disebabkan oleh berat jenis dan seleksi angin. Objek dengan berat dan bentuk yang serupa akan cenderung jatuh di titik yang sama saat kekuatan angin berkurang. Katak-katak kecil memiliki massa yang seragam, sehingga mereka mendarat secara bersamaan dalam kelompok besar di satu lokasi tertentu.
Peristiwa yang terekam sejarah
Tahun 1979: Tercatat adanya laporan mengenai hujan katak yang jatuh di wilayah Fuzhou, Provinsi Fujian. Penduduk setempat melaporkan ribuan katak kecil jatuh dari langit setelah badai besar melanda wilayah tersebut.
Tahun 2002: Di Shenzhen, terjadi fenomena serupa di mana hujan deras disertai dengan jatuhnya banyak amfibi kecil. Para ahli meteorologi saat itu mengaitkannya dengan sistem tekanan udara rendah yang kuat di sekitar wilayah pesisir.
Tahun 2010: Laporan muncul dari wilayah Gansu, di mana hujan aneh yang membawa material organik dan hewan kecil (termasuk katak) terjadi di tengah cuaca badai yang tidak stabil.
Tahun 2018: Meskipun lebih dikenal sebagai "hujan makanan laut" (seafood rain), peristiwa di Qingdao pada tahun ini sangat fenomenal. Badai besar menyedot berbagai hewan air, termasuk udang, bintang laut, dan katak, lalu menjatuhkannya di jalanan kota dan kaca depan mobil. Secara ilmiah, kejadian-kejadian ini selalu bertepatan dengan kondisi atmosfer yang mampu menciptakan pusaran air yang kuat, yang mampu mengangkat massa biologis dari permukaan dan membawanya terbang sebelum jatuh sebagai presipitasi di lokasi lain.
Kondisi Katak Saat Mendarat
Laporan mencatat bahwa dalam beberapa kejadian di Cina, banyak katak yang ditemukan mendarat dalam keadaan selamat meskipun jatuh dari ketinggian. Hal ini dimungkinkan karena berat tubuh mereka yang ringan membuat kecepatan jatuh terminal mereka tidak cukup kuat untuk membunuh mereka, ditambah lagi mereka mendarat di permukaan yang basah akibat hujan. Namun, tak jarang ditemukan pula katak yang membeku jika mereka terbawa hingga ke lapisan atmosfer yang sangat tinggi sebelum jatuh.
Klasifikasi & Taksonomi (Satwa Terkait)
Meskipun berbagai jenis amfibi bisa terbawa, spesies yang paling sering terlibat dalam fenomena ini di wilayah Asia Timur adalah:
Katak Sawah Hijau:
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amphibia
Order: Anura
Family: Ranidae
Genus: Fejervarya / Hylarana
Notes OSL (Observasi Satwa Lapangan):
Fenomena "Hujan Satwa" (Fafrotskies) telah dicatat sejak zaman kuno. Selain di Cina, kejadian serupa pernah dilaporkan di Loro, Honduras, yang memiliki festival tahunan "Lluvia de Peces" (Hujan Ikan). Secara ilmiah, ini adalah pengingat betapa kuatnya energi kinetik atmosfer dalam memindahkan biomassa dari satu ekosistem ke ekosistem lainnya secara paksa."Fenomena Ekstrem & Cuaca". Ini memberikan edukasi bahwa fenomena aneh di alam selalu memiliki penjelasan fisik yang rasional.
Penulis: Ali Setyaki
Editor: Adi Makayasa
Foto by : BioLib | Thailand, Khao Sok