19/JANUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com- Sekilas melihatnya, banyak orang mungkin mengira ayam ini adalah hasil suntingan foto atau karakter kartun yang melompat ke dunia nyata. Dengan pola bulu yang sangat presisi, ayam ras Sebright sukses mencuri perhatian sebagai salah satu unggas hias paling artistik di dunia.
Pola hitam tegas yang membingkai setiap helai bulunya sering kali disangka sebagai coretan spidol. Namun, tampilan menyerupai mozaik ini murni merupakan hasil rekayasa genetika alami yang dilakukan oleh Sir John Saunders Sebright di Inggris pada awal 1800-an.
Sebagai salah satu ras tertua, Sebright hadir dalam dua varian warna elegan:
-Silver-laced: Dasar putih perak dengan tepian hitam (yang sering disebut mirip gambar belum selesai diwarnai).
-Gold-laced: Dasar emas kecokelatan yang mewah dengan tepian hitam serupa.
Berbeda dengan dunia unggas pada umumnya di mana pejantan biasanya tampil jauh lebih mencolok, ras Sebright memiliki keunikan tersendiri. Ayam jantan dan betina dari ras ini memiliki pola dan keindahan yang hampir serupa. Hal inilah yang membuat mereka terlihat sangat seragam dan simetris saat dipandang.
Meski bertubuh mungil dan tidak ditujukan untuk konsumsi atau produksi telur, Sebright tetap menjadi primadona di berbagai kontes ayam hias global. Keanggunannya yang menyerupai "karya seni hidup" membuatnya memiliki nilai estetika tinggi di mata kolektor.
"Ayam ini seperti sketsa tinta yang diberikan nyawa," ujar para penggemar unggas hias yang sering terkesima dengan presisi garis pada setiap bulunya. Tak heran, meskipun terlihat "minimalis" karena hanya memiliki dua warna dominan, Sebright justru dianggap sebagai salah satu pencapaian tertinggi dalam pembiakan ayam hias.
Penulis :Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By :DepositPhotos