19/JANUARI/2026 - 02.00| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com- Belut listrik Amazon yang disebut Poraque, ilmuwan Brasil Carlos David de Santana harus sangat berhati-hati saat memasuki kali dan sungai di sana. Meski ia selalu mengenakan sarung tangan karet, beberapa setruman listrik sulit dihindari. Namun itu semua sepadan untuk penelitiannya selama lima tahun membuahkan hasil di tahun 2019 tepatnya mereka menemukan penemuan dua spesies baru belut listrik - salah satunya mampu melepaskan tegangan listrik hingga 860 volt, tegangan terbesar yang pernah dicatatkan hewan. Rekor sebelumnya yaitu 650 volt.
2 Spesies yang Di temukan
Electrophorus voltai dinamai sesuai nama fisikawan Alessandro Volta, penemu baterai listrik. Spesies lain yang ditemukan diberi nama Electrophorus varii, sebagai tribut kepada ahli hewan Richard P. Vari, peneliti Smithsonian yang meninggal tahun 2016. Kedua spesies baru itu ditemukan di Sungai Xingu dan Tapajós, dan untuk sementara tidak tergolong spesies yang terancam. Namun krisis lingkungan di Amazon yang tengah terjadi bisa jadi mengubah status itu.
Dalam pernyataan nya Santana mengungkapkan "Sungai Xingu dirusak oleh bendungan PLTA Belo Monte, yang akan memengaruhi populasi ikan," ujar Santana. "Dan seluruh keanekaragaman hayati Amazon berada di bawah ancaman. Sungguh memalukan apa yang terjadi, dengan banyaknya spesies yang belum ditemukan.
Species yang terabaikan 200 tahun
Belut listrik sendiri awalmula di pelajari atau di nomenklatur oleh Carl Linneus. Electrophorus electricus (belut listrik) pertama kali dideskripsikan secara ilmiah oleh naturalis Swedia, Carl Linnaeus, pada tahun 1766. Deskripsi Awal oleh Linnaeus menamakannya Gymnotus electricus pada tahun 1766, berdasarkan spesimen yang dikirim ke Eropa dari Amerika Selatan. Electrophorus electricus berasal dari bahasa Yunani: ēlektron yang berarti "amber" (batu ambar, zat penghasil listrik statis) dan phér yang berarti "membawa", sehingga Electrophorus berarti "pembawa listrik". ' electricus ' adalah deskripsi spesies yang merujuk pada kemampuan listriknya yang kuat. Jadi, nama ilmiah ini secara harfiah berarti "pembawa listrik yang elektrik" atau "pembawa listrik yang menghasilkan listrik". Lalu penelitian selanjutnya di tahun 1941 oleh NKASHIMA dan sampai yang terbaru waktu covid melanda bumi di tahun 2019 di temukan nya 2 Species Carlos David de Santana.
Penulis: Ali Maruf
Editor : Dilla Putri
Foto By: Carlos David de Santana.