20/ Mei /2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Dunia zoologi sering kali menyuguhkan kejutan visual yang membingungkan. Bagi pengamat awam, melihat seekor hewan bertubuh memanjang, silindris, tanpa kaki, dan hidup di dalam tanah mungkin akan langsung melabelinya sebagai "cacing raksasa". Namun, di balik kemiripan fisik yang mencolok, terdapat dua kelompok hewan yang sebenarnya memiliki garis keturunan yang terpaut sangat jauh: Kadal Cacing (Amphisbaenia) dan Cecilia (Gymnophiona).
Siapa Mereka Sebenarnya?
Kadal Cacing, atau kelompok Amphisbaenia, merupakan reptil yang telah mengalami evolusi ekstrem untuk gaya hidup menggali (fossorial). Meskipun tampak seperti cacing tanah berukuran besar, mereka memiliki sisik sejati dan tengkorak reptil yang kuat. Sebagian besar dari mereka bahkan tidak memiliki mata yang berfungsi karena penglihatan tidaklah krusial di habitat bawah tanah yang gelap. Di sisi lain, Cecilia adalah amfibi. Mereka adalah kerabat dekat katak dan salamander, namun telah berevolusi menjadi bentuk tubuh memanjang tanpa kaki. Berbeda dengan kadal cacing yang memiliki kulit bersisik (khas reptil), cecilia memiliki kulit yang licin dan lembap dengan kelenjar lendir, ciri khas mutlak dari kelas amfibi.
Evolusi Konvergen Mengapa Mereka Mirip?
Fenomena ini dikenal sebagai Evolusi Konvergen. Alam memberikan solusi serupa untuk tantangan lingkungan yang sama. Karena keduanya menghabiskan hidup di bawah tanah, bentuk tubuh memanjang tanpa anggota gerak menjadi desain yang paling efisien untuk menembus celah sempit di dalam tanah.
Distribusi Geografis: Di Mana Mereka Berada?
Kedua kelompok ini memiliki persebaran yang luas namun dipisahkan oleh kebutuhan habitat yang spesifik:
Kadal Cacing (Amphisbaenia): Sebagian besar ditemukan di Amerika Selatan, Afrika, serta beberapa wilayah di Eropa bagian selatan dan Karibia. Mereka cenderung menyukai tanah yang gembur di area tropis hingga subtropis.
Cecilia (Gymnophiona): Tersebar lebih luas di wilayah tropis basah, termasuk Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, serta Asia Tenggara (termasuk Indonesia, India, dan Asia Tenggara daratan).
Apakah mereka hidup dalam satu wilayah?
Ya, sangat mungkin. Karena keduanya menghuni wilayah tropis, ada banyak negara atau kawasan di mana kadal cacing dan cecilia hidup berdampingan, seperti di wilayah Amazon (Brasil), Afrika Tengah, dan beberapa bagian Asia Tenggara. Namun, perlu diingat bahwa meskipun berada di satu negara atau hutan yang sama, mereka hampir tidak pernah berinteraksi secara langsung karena kadal cacing lebih toleran terhadap tanah yang agak kering, sementara cecilia sangat bergantung pada kelembapan tinggi untuk menjaga kulitnya tetap basah.
Berikut Klasifikasi & Taksonomi ke 2 nya
Klasifikasi Kadal Cacing (Reptilia)
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Suborder: Amphisbaenia
Family: Bipedidae
Genus: Bipes
Species:Bipes. biporus
Klasifikasi Cecilia (Amphibia)
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amphibia
Order: Gymnophiona
Family : Ichthyophiidae
Genus : Ichthyophis
Species : Ichthyophis griseivermis)
Notes : admin melihat ke 2 species tersebut agak geli atau agak jijik karena di lihat kedua struktur tubuh mereka yang hampir sama persis namun di kadal cacing memiliki 2 kaki di depan yang berguna untuk menggalo tanah sedangkan Cecilia atau amfibi sendiri tak memerlukan kaki depan karena memang tubuhnya yang terlihat licin seperti belut yang membuat merek kemungkinan bisa masuk dengan mudah kedalam tanah yang berair
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Adi Mikayasa
Foto by :
New species : Nikolay A. Poyarkov, Dana D. Skorinova, Andrey M. Bragin, Veniamin V. Kolchanov, Vladislav A. Gorin, Alexey V. Trofimets, Alexander P. Yuzefovich, Dac Xuan Le, Tan Van Nguyen dan Pavel P. Skutschas (Cecilia Amphibia) Foto bawah
INaturalist : jesusrc7 (Kadal Cacing) foto atas