Pesona 'Mahkota' Warna-Warni: Mengenal Royal Flycatcher, Si Burung Kipas dari Hutan Tropis

Pesona 'Mahkota' Warna-Warni: Mengenal Royal Flycatcher, Si Burung Kipas dari Hutan Tropis

Pesona 'Mahkota' Warna-Warni: Mengenal Royal Flycatcher, Si Burung Kipas dari Hutan Tropis

Aves
Selasa, 27 Januari 2026
Dsn Mamalia
20 Views

26/JANUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN


 

Surabaya,Paramidsn.com- Di balik rimbunnya hutan dataran rendah Amerika Tengah hingga Selatan, terdapat sosok mungil yang memiliki penampilan teatrikal. Burung Royal Flycatcher (Onychorhynchus) terus mencuri perhatian para pengamat burung berkat "mahkota" atau jambulnya yang spektakuler menyerupai kipas warna-warni.


 

Keunikan utama burung ini terletak pada jambulnya. Dalam kondisi santai, jambul ini terlipat rapi di belakang kepala sehingga mereka tampak seperti burung biasa. Namun, suasananya akan berubah drastis saat musim kawin tiba atau ketika mereka merasa terancam oleh pejantan lain.


 

​Royal Flycatcher akan membentangkan jambulnya secara penuh untuk menunjukkan dominasi teritorial atau memikat hati pasangan. Perilaku ini merupakan bentuk komunikasi visual yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup mereka di alam liar.


 

Burung ini dikenal sebagai pemburu serangga yang tangkas. Mereka sering terlihat melakukan manuver di udara atau menyelinap di antara dedaunan untuk menangkap mangsa kecil.


 

​Mengenai tempat tinggal, Royal Flycatcher memiliki preferensi yang spesifik:

Wilayah persebaran Tersebar luas dari Meksiko hingga wilayah Bolivia dan Brasil. Sarang Mereka memiliki arsitektur sarang yang unik, yakni menggantung di atas aliran sungai dengan ketinggian 2 hingga 6 meter. Reproduksi Burung betina biasanya menghasilkan dua butir telur dengan masa pengeraman sekitar 22 hari.


 

Meskipun saat ini Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) masih menetapkan status mereka dalam kategori "Risiko Rendah" (Least Concern), populasi Royal Flycatcher dilaporkan mulai mengalami penurunan.


 

​Faktor utama yang mengancam keberadaan mereka adalah kerusakan habitat akibat deforestasi. Hutan tropis yang menjadi rumah sekaligus sumber makanan mereka kian menyusut, yang jika dibiarkan, dapat mengancam eksistensi si burung pemegang mahkota ini di masa depan.


 

Penulis :Dila

Editor : Ali Maruf

Foto By :Inaturalist| guilhermercostasilva

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.