Mengenal Binturong, Hewan Langka yang Disebut Gabungan Beruang dan Kucing

Mengenal Binturong, Hewan Langka yang Disebut Gabungan Beruang dan Kucing

Mengenal Binturong, Hewan Langka yang Disebut Gabungan Beruang dan Kucing

Mamalia
Selasa, 21 Oktober 2025
YunitaParami
46 Views

Oktober, 21 2025-21.40| Redaksi PARAMIDSN

 

Surabaya, paramidsn.com - Indonesia dianugerahi kekayaan fauna yang unik, salah satunya adalah Binturong (Arctictis binturong). Satwa penghuni tajuk pohon ini seringkali membuat masyarakat awam bingung saat pertama kali melihatnya. Dengan tubuh berbulu hitam lebat kaku, kumis panjang, dan ekor yang tebal, Binturong sering dijuluki sebagai "Bear-cat" atau perpaduan antara beruang dan kucing.

​Namun, benarkah ia kerabat beruang? Secara taksonomi, Binturong justru masuk dalam keluarga Viverridae, yang artinya ia lebih dekat berkerabat dengan musang dan vanda daripada beruang ataupun kucing.

 

Keunikan Morfologi: Si Pemilik Ekor Prehensil

​Salah satu ciri paling menonjol dari Binturong adalah ekornya. Binturong merupakan satu dari sedikit mamalia di dunia (dan satu-satunya di Asia) yang memiliki Ekor Prehensil—ekor yang berfungsi seperti "tangan kelima". Ekor ini sangat kuat dan mampu melilit dahan pohon dengan kokoh saat mereka mencari makan di ketinggian hutan. ​Berdasarkan catatan dalam Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna: Mamalia (1989), Binturong dapat tumbuh hingga panjang 60-90 cm dengan berat mencapai 11-20 kg. Bulunya yang hitam kasar berfungsi sebagai pelindung dari kelembapan hutan hujan tropis.

 

Aroma Unik: Rahasia Bau "Popcorn Mentega"

​Fakta yang paling sering mengundang decak kagum adalah aromanya. Jika banyak hewan liar berbau tajam atau amis, Binturong justru mengeluarkan aroma yang sangat mirip dengan brondong jagung (popcorn) yang dilumuri mentega.

​Bau unik ini berasal dari kelenjar aroma di bawah ekornya yang mengandung senyawa kimia 2-acetyl-1-pyrroline. Aroma ini digunakan untuk menandai wilayah kekuasaan (teritori) agar binturong lain mengetahui keberadaan mereka di hutan yang lebat.

 

Status Konservasi yang Mengkhawatirkan

​Sayangnya, populasi satwa eksotis ini terus menurun. Menurut data IUCN Red List, Binturong saat ini berstatus Vulnerable (Rentan). Ancaman utama mereka adalah hilangnya habitat akibat deforestasi dan perburuan liar untuk perdagangan hewan peliharaan eksotis. ​Di Indonesia, Binturong merupakan satwa yang Dilindungi Penuh oleh undang-undang. Penangkapan dan perdagangan ilegal terhadap satwa ini dapat berujung pada sanksi pidana yang berat.

 

Peran Penting di Ekosistem

​Sebagai hewan yang gemar memakan buah-buahan (frugivora), Binturong memegang peran vital sebagai penyebar biji di hutan. Tanpa kehadiran mereka, regenerasi pohon-pohon besar di hutan hujan tropis kita akan terhambat.

DATA TEKNIS SPESIES:

  • Nama Ilmiah: Arctictis binturong
  • Klasifikasi: Ordo Carnivora, Famili Viverridae.
  • Diet: Omnivora (Utamanya buah-buahan, namun juga memakan hewan kecil).
  • Habitat: Hutan hujan tropis Asia Tenggara.

Sumber Pustaka PARAMIDSN:

  • MML-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna: Mamalia.
  • MML-PAL-1979 — Pustaka Alam Life: Mamalia & Primata.
  • MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler: Mamalia.
  • GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic Faunapedia hlm 150-165.

 

Referensi

https://www.liputan6.com/hot/read/5416581/mengenal-binturong-hewan-langka-yang-disebut-gabungan-beruang-dan-kucing

 

Penulis : Vivi Yunita 

Editor : Ali Maruf 

Foto By : kompas.com

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.