1/MARET/2026| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com – Dunia kelautan kembali dikejutkan dengan penemuan spesimen yang menentang hukum alam warna predator laut. Jika biasanya hiu dikenal dengan warna abu-abu, hitam, atau putih untuk kamuflase, seekor hiu dengan warna oranye terang mencolok ditemukan oleh para peneliti dan nelayan, memicu perdebatan di kalangan ahli biologi laut.Penemuan ini dianggap sebagai peristiwa "satu banding sejuta" karena warna tersebut sangat tidak menguntungkan bagi predator yang mengandalkan serangan mendadak di kegelapan laut.Bukan Spesies Baru, Melainkan Kelainan Genetik.Para ahli dari institut penelitian kelautan segera mengidentifikasi bahwa hiu tersebut bukanlah spesies baru, melainkan individu yang mengalami kondisi genetik langka yang disebut xanthism. Dimana kondisi xanthism menyebabkan produksi pigmen kuning atau oranye secara berlebihan, sementara pigmen gelap (melanin) ditekan. Fenomena ini serupa dengan albinisme atau leucism, namun menghasilkan spektrum warna yang jauh lebih hangat dan menyala.
"Secara teori, hiu ini adalah target empuk di alam liar. Warna oranye membuatnya terlihat seperti suar di bawah air, sehingga sulit baginya untuk bersembunyi dari mangsa maupun predator yang lebih besar," ujar salah satu ahli iktiologi.
Penemuan Hiu di Kosta Rika
Seekor hiu perawat dengan warna tubuh oranye cerah dan sepasang mata putih berhasil ditangkap nelayan rekreasi di lepas pantai Tortuguero, Kosta Rika. Penemuan ini langsung mencatat sejarah karena menjadi fenomena pertama di dunia yang terdokumentasi pada kelompok ikan bertulang rawan seperti hiu, pari, dan skate.
Warna mencolok tersebut muncul akibat kombinasi dua kondisi langka: xanthism, yaitu kelainan pigmen yang menyebabkan tubuh hewan tampak kuning-oranye akibat kekurangan pigmen merah, serta albinisme parsial yang terlihat jelas dari matanya yang putih tanpa iris. Biasanya, kelainan ini justru mengurangi peluang bertahan hidup karena hewan kehilangan kemampuan kamuflase di alam liar.
Data & tagging untuk Ilmuwan
Fakta bahwa hiu oranye bermata putih ini mampu tumbuh hingga ukuran dewasa menunjukkan bahwa fenomena biologis langka tidak selalu menjadi hambatan dalam ekosistem laut. Hiu oranye ini ditemukan dalam kondisi sehat, yang menunjukkan bahwa meskipun memiliki warna yang mencolok, ia berhasil beradaptasi dengan cara berburu yang berbeda. Beberapa peneliti berspekulasi bahwa pada kedalaman tertentu, spektrum cahaya merah/oranye adalah yang pertama kali hilang, sehingga di mata mangsanya, hiu ini mungkin tetap terlihat gelap atau abu-abu.
Penemuan ini memberikan data baru bagi para ilmuwan mengenai seberapa jauh variasi genetik dapat terjadi pada elasmobranchii (keluarga hiu dan pari) tanpa mengganggu fungsi fisiologis tubuh mereka secara keseluruhan. Masa Depan Sang Hiu Oranye Saat ini, spesimen tersebut telah diberi penanda (tagging) dan dilepaskan kembali ke habitatnya. Para ilmuwan berharap dapat terus memantau pergerakannya melalui satelit untuk melihat apakah mutasi warna ini akan memengaruhi interaksi sosialnya dengan hiu lain atau keberhasilannya dalam bereproduksi.
Penulis : Vivi Yunita
Editor : Ali Maruf
Foto by : Parismina Dominus Dei