Fosil dua Species Hiu Purba di temukan di Gua dalam Terpanjang Dunia

Fosil dua Species Hiu Purba di temukan di Gua dalam Terpanjang Dunia

Fosil dua Species Hiu Purba di temukan di Gua dalam Terpanjang Dunia

Palentologi (Primal)/ Pra Animal
Senin, 23 Februari 2026
Dsn Mamalia
36 Views

23/FEBRUARI/2026-11.00| Redaksi PARAMIDSN

 

Surabaya,Paramidsn.com - Sistem gua Mammoth di Kentucky merupakan labirin bawah tanah raksasa yang membentang lebih dari 675 kilometer di bawah permukaan bumi. Terletak di arah timur ke Hart dan Barren County. Lokasi ini berada di dekat Cave City, Amerika Serikat. Hingga memasuki Februari 2026, para ahli paleontologi dan penjelajah gua masih terus melakukan pemetaan intensif untuk mengungkap lorong-lorong baru yang masih tersembunyi di dalam sistem gua terpanjang di dunia ini. Selain keindahan formasi kristal dan stalaktitnya, kawasan karst ini kini diakui sebagai salah satu situs warisan dunia yang menyimpan rahasia samudra purba yang luar biasa. Eksplorasi terbaru di dalam kegelapan abadi tersebut berhasil menemukan fosil dari dua spesies hiu baru yang pernah menguasai perairan pesisir dangkal sekitar 325 juta tahun silam.



 

Ahli Paleontologi menemukan tulang rawan hiu Glikmanius. (Foto Hiu di atas)

John Paul Hodnett, seorang ahli hiu purba yang berafiliasi dengan Maryland National Capital Parks and Planning Commission (MNCPPC), memimpin penelitian besar ini bersama tim ahli dari National Park Service. Temuan mereka membuka jendela lebar ke masa lalu yang sangat berbeda, yaitu saat wilayah daratan Amerika Utara masih tenggelam di bawah laut tropis yang jernih dan hangat. Fosil-fosil berharga ini ditemukan tertanam kuat di dalam dinding batu kapur gua yang sangat keras. Salah satu temuan yang paling membanggakan bagi tim peneliti adalah bagian rahang bawah dari individu Glikmanius careforum yang masih muda. Secara biologis, tulang rawan hiu sangat sulit bertahan dalam waktu lama karena sifatnya yang lunak dan mudah hancur dibandingkan tulang sejati. Namun, kondisi lingkungan di dalam gua Mammoth yang sangat stabil, minim oksigen ekstrem, dan terlindungi dari cuaca luar bertindak seperti peti kemas alami yang menjaga fosil tersebut tetap utuh selama ratusan juta tahun tanpa mengalami kerusakan berarti.


 

Penemuan ke 2 Gigi hiu T. trimblei (Foto Hiu di Bawah)

  Mereka menyelam ke dalam sungai bawah tanah yang dingin atau merangkak di lorong-lorong sempit yang hanya setinggi tubuh manusia demi menemukan kepingan gigi kecil yang tersembunyi. Gigi hiu T. trimblei sendiri memiliki struktur morfologi yang unik karena bentuknya yang menyerupai garpu bercabang banyak. Desain gigi yang kompleks ini dirancang secara evolusioner untuk mencengkeram mangsa yang licin dan gesit di dalam air yang mungkin agak keruh karena sedimen pesisir. Di masa jayanya, hiu ini merupakan pemburu yang sangat efisien, memangsa ikan-ikan bertulang sejati serta orthocones. Makhluk ini adalah nenek moyang cumi-cumi purba yang memiliki cangkang keras berbentuk kerucut panjang dan dapat tumbuh hingga ukuran yang cukup besar. Menariknya, jenis hiu yang ditemukan di Kentucky ini ternyata memiliki kemiripan genetik dengan temuan fosil di wilayah yang sekarang menjadi daratan Eropa dan Afrika Utara. Hal ini menunjukkan adanya koneksi laut purba yang sangat luas pada masa itu.


 

Pembuktian MIGRASI lintasan Hiu Jutaan Tahun yang lalu

Hubungan tersebut membuktikan bahwa ratusan juta tahun lalu, hiu-hiu purba ini mampu melakukan perjalanan migrasi yang sangat jauh melintasi samudra luas yang kini telah menghilang seluruhnya akibat proses geologi. Suhu gua Mammoth yang selalu stabil sepanjang tahun membantu menjaga integritas kapsul waktu biologis ini agar tetap bisa dipelajari oleh generasi mendatang. Penemuan ini kembali mengingatkan kita bahwa di bawah pijakan kaki kita, masih tersimpan sejarah bumi yang sangat panjang dan menakjubkan, menunggu untuk diungkap melalui kesabaran dan ilmu pengetahuan yang tepat. Rekonstruksi ilustrasi hiu purba Glikmanius careforum, salah satu predator laut dangkal yang hidup sekitar 325 juta tahun lalu di kawasan yang kini menjadi Kentucky. Spesies ini memiliki panjang sekitar 3 meter, rahang pendek yang kuat, dan gigi dengan tonjolan mirip kancing khas kelompok Heslerodidae.


 

Penulis : Ali Maruf 

Editor: Agung Widodo 

Foto By: Ilustrasi oleh Benji Paynose

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.