Fenomena Munculnya Hiu Paus di Perairan Probolinggo Menjadi Sinyal Penting Bagi Konservasi Laut

Fenomena Munculnya Hiu Paus di Perairan Probolinggo Menjadi Sinyal Penting Bagi Konservasi Laut

Fenomena Munculnya Hiu Paus di Perairan Probolinggo Menjadi Sinyal Penting Bagi Konservasi Laut

Pisces
Selasa, 21 Oktober 2025
YunitaParami
54 Views

Oktober, 21 2025-17.30| Redaksi PARAMIDSN

 

Surabaya, paramidsn.com - Perairan sekitar Kabupaten Probolinggo kini kembali disorot setelah kemunculan beberapa ekor Hiu Paus (Rhincodon typus) mencuri perhatian nelayan dan pelaku wisata bahari. Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, ikan raksasa yang dikenal sebagai spesies ikan terbesar di dunia itu nampak beraktivitas di zona pesisir dan menarik bagi pengamat maupun turis. Spesies ini adalah salah satu spesies  yang jinak dan bukan pemangsa manusia dan memang dikenal memiliki ukuran panjang mencapai lebih dari 10 meter dan bobot hingga puluhan ton, meskipun di Indonesia umumnya yang terlihat berukuran 3–7 meter. 

 

Jadwal kemunculan Hiu paus per tahun

​Perairan utara Kabupaten Probolinggo kembali menjadi pusat perhatian dunia pariwisata dan konservasi laut. Memasuki periode Januari hingga Maret 2026, kawanan Hiu Paus (Rhincodon typus) atau yang oleh masyarakat lokal disebut Hiu Tutul, terlihat mulai menampakkan diri di permukaan air, khususnya di sekitar Pantai Bentar dan perairan Gending. Puncak Kemunculan: Februari - Maret 2026

​Berdasarkan pantauan nelayan setempat dan pengelola wisata Pantai Bentar, peningkatan intensitas kemunculan terjadi sejak minggu terakhir Februari 2026. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncaknya pada awal Maret 2026, di mana belasan ekor raksasa ramah tersebut terlihat berenang santai hanya beberapa ratus meter dari bibir pantai. ​"Sejak dua pekan terakhir, Hiu Paus hampir setiap pagi muncul. Wisatawan sangat antusias karena mereka bisa melihat langsung dari atas perahu dengan jarak yang cukup dekat," ujar salah satu penyedia jasa perahu wisata di Pantai Bentar.

 

​Faktor Probolinggo jadi tempatnya Hiu Paus

​Kemunculan ikan terbesar di dunia ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan siklus migrasi tahunan yang dipicu oleh beberapa faktor alami ialah ​Kelimpahan Pakan: Selat Madura, termasuk perairan Probolinggo, kaya akan plankton dan ikan-ikan kecil (seperti ikan teri) yang merupakan makanan utama Hiu Paus. Selain itu ​Suhu Air  Memasuki puncak musim penghujan, perubahan suhu dan arus laut membawa nutrisi dari dasar laut ke permukaan, memicu pertumbuhan plankton secara masif. ​Kondisi Perairan Tenang juga mendukug Perairan utara Probolinggo cenderung lebih tenang selama bulan-bulan ini, sehingga sangat ideal bagi Hiu Paus untuk mencari makan tanpa harus melawan arus yang kuat.

 

​Harapan Konservasi

​Meskipun menjadi daya tarik wisata yang besar, para ahli kelautan mengingatkan bahwa status Hiu Paus yang terancam punah memerlukan pengawasan ketat. Masyarakat diharapkan ikut menjaga kebersihan laut dari sampah plastik, yang seringkali secara tidak sengaja tertelan oleh Hiu Paus saat mereka menyaring air untuk mencari makan.

​Bagi Anda yang ingin menyaksikan keajaiban alam ini, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, saat kondisi laut tenang dan matahari belum terlalu terik.

 

Jumlah taktis Hiu tercatat dari tahun

Munculnya hiu paus di Probolinggo menjadi momentum penting karena Indonesia telah mencatat lebih dari 470 ekor hiu paus yang tersebar di lima lokasi nasional dan keberadaannya terus memerlukan pemantauan serta perlindungan. Aktivitas hiu paus ini bukan hanya memberi peluang baru bagi pengembangan ekowisata, tetapi juga mengingatkan akan berbagai tekanan yang dihadapinya. Adapun tekanan yang dihadapi mulai dari risiko terluka akibat perahu atau alat tangkap nelayan hingga potensi terjerat jaring atau terdampar. Seiring dengan kemunculan hiu paus tersebut, pelaku pariwisata dan komunitas nelayan di Probolinggo perlu menyusun strategi bersama agar aktivitas pengamatan atau interaksi tidak justru menimbulkan tekanan tambahan terhadap spesies yang telah dilindungi penuh melalui kebijakan nasional sejak tahun 2013. Integrasi antara pengelolaan wisata yang bertanggung-jawab dengan kesadaran konservasi dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus menjaga keberlanjutan hiu paus di laut Indonesia.

 


 

Penulis : Vivi Yunita 

Editor : Ali Maruf 

Foto By : jatimprov.go.id

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.